Sepakat Tahan Serangan, AS-Iran akan Bertemu di Qatar

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk berhenti saling serang dan bertemu di Doha, Qatar besok. Mereka akan membicarakan perselisihan terkait Selat Hormuz.
Melansir Axios, Senin (29/6), hal itu diungkapkan oleh otoritas AS yang mengetahui hal tersebut. “Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik,” ujarnya menggunakan istilah militer untuk pengerahan kekuatan destruktif atau serangan.
Baca Juga: Kemlu Iran Peringatkan AS Langgar Kesepakatan
Saling serang yang terjadi antara AS-Iran dilaporkan berakar dari perbedaan interpretasi Nota Kesepahaman (MoU), khususnya ketentuan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. MoU itu resmi disepakati saat pertemuan di Burgenstock, Swiss bersama para mediator yakni Qatar dan Pakistan pada pekan lalu.
Selama pertemuan tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran sepakat untuk membangun saluran komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk mengoordinasikan lalu lintas maritim melalui jalur air tersebut. Pada Sabtu lalu, saluran komunikasi langsung itu dilaporkan masih belum beroperasi.
Baca Juga: Korsel-Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan Termasuk Teknologi AI
Menurut Axios, kedua negara memang dijadwalkan bertemu besok di Swiss, guna membahas program nuklir Iran. Namun, eskalasi terbaru menyebabkan perubahan rencana.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































