Kemlu Iran Peringatkan AS Langgar Kesepakatan

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengatakan bahwa serangan udara Amerika Serikat (AS) melanggar Nota Kesepahaman dan memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan untuk serangan lanjutan terhadap Teheran.
Baca Juga: Ingin Takuti Lawan, Presiden Korut Uji Coba Senjata Strategis
Melansir media Pemerintah Iran IRNA, Sabtu (27/6), serangan itu juga melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB sekaligus klausul pertama Nota Kesepahaman yang disepakati antara keduanya baru-baru ini. Kemlu menilai, AS menyerang wilayah Iran dengan dalih tanpa bukti.
Sebagai balasan, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan terhadap beberapa target militer AS tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Baca Juga: AS Kembali Serang Iran, Ini Alasannya
"Angkatan Laut IRGC menyerang titik-titik penempatan tentara teroris AS di wilayah tersebut. Menurut Pasal 5 Nota Kesepahaman, Islamabad memiliki pengaturan untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz dengan Iran. Namun, AS berupaya melanggar kewajiban ini dengan menghasut berbagai pihak, yang mengakibatkan tanggapan yang diperlukan. Jika agresi tersebut terulang, tanggapan kami akan lebih luas," pungkas Kemlu Iran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































