Presiden Korsel Tak Ingin Kirim Pasukan Militer dan Terseret Konflik Hormuz

Jakarta, IDM – Kim Yo Jong, saudara Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengecam latihan maritim multinasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan Korut akan "meningkatkan pencegahan perang nuklir."
Melansir KCNA, Jumat (18/9), hal itu ia ungkapkan setelah latihan militer 'Pacific Vanguard' yang melibatkan Angkatan Laut Korsel, AS dan Jepang selama 13 hari. "Selama latihan perang itu, berbagai pelatihan angkatan laut yang berpusat pada AS, meliputi peperangan antikapal perang, antiudara, dan antikapal selam, digelar secara intensif selama lebih dari sepuluh hari," ujar Kim.
Baca Juga: Menlu Korsel Buka Suara Soal Rencana Pengerahan Pasukan ke Hormuz
"Ini adalah satu lagi 'permainan perang' yang mengancam, yang diciptakan oleh AS demi konfrontasi antarkubu di kawasan. Ini merupakan bagian dari rancangan politik dan militer AS untuk melanggengkan hegemoninya dengan mengandalkan kekuatan militer dari kubu di kawasan Asia-Pasifik," tambahnya.
Kim juga mengkritik partisipasi Korsel dan Jepang, dengan menyebutnya sebagai bukti adanya "kerja sama militer trilateral" yang ditujukan terhadap Korut.
"Sudah pasti bahwa ancaman yang semakin besar dari pihak luar terhadap keamanan nasional kita akan membuat kekuatan fisik terus menguat tanpa henti sebagai tanggapan yang setimpal," katanya.
Baca Juga: Sekjen PBB Sebut Dewan Keamanan Lumpuh karena Hal Ini
"Tekad kami untuk mempertahankan kedaulatan akan diwujudkan dalam tindakan yang lebih nyata, dan tidak akan pernah ada perubahan dalam upaya meningkatkan pencegahan perang nuklir," tegasnya.
Militer Korut, ujarnya, akan mengerahkan segala sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut. Sebelumnya, ia juga menolak seruan denuklirisasi Korut yang disampaikan dalam Konferensi Umum Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































