Kim Yo Jong, saudara Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengecam latihan maritim multinasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan Korut akan "meningkatkan pencegahan perang nuklir."
Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menekankan perlunya melindungi rakyat dan kepentingan nasional di Selat Hormuz. Namun, Korsel takkan mengerahkan pasukan militer, yang dapat membuat negaranya terseret konflik.
Kekuatan misterius dan hampir mistis dari unsur-unsur tertentu telah diketahui sejak tahun 1896, ketika fisikawan Prancis Henri Becquerel menemukan bahwa garam uranium memancarkan sinar tak kasat mata yang aneh - suatu gaya yang dapat menembus logam dan menghanguskan pelat fotografi.
Mungkin masih banyak dari antara pembaca setia Indonesia Defense Magazine, yang tidak tahu akan hal ini, kecuali usia Anda sudah sangat sepuh seperti penulis. Beruntung, pernyataan Soekarno tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Indonesia tidak membutuhkan senjata atom maupun beban berat yang akan ditanggung sehubungan dengan kepemilikan tersebut, karena pada akhirnya rakyat sendiri yang akan menjadi target “utama”.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyebut Amerika Serikat (AS) telah sengaja melakukan provokasi dan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea hingga berpotensi perang nuklir.
Korea Utara (Korut) menekankan bahwa latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) yang dilakukan secara rutin telah melewati 'batas garis merah perang nuklir baru'.
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa pihaknya secara teknis siap untuk perang nuklir jika Amerika Serikat (AS) dan sekutu mengirim pasukan ke Ukraina. Sebab, menurutnya, hal itu merupakan bentuk eskalasi konflik yang signifikan.