Lagi, Sebuah Kapal jadi Target Proyektil di Hormuz

Jakarta, IDM – Sebuah kapal komersial dihantam oleh proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan oleh UK Maritime Trade Operations (UKMTO), badan yang mengoordinasikan informasi guna menjaga keselamatan kapal komersial dari berbagai ancaman saat berlayar.
Melalui platform X @UK_MTO, Selasa (15/9), UKMTO menyatakan menerima informasi terkait adanya kapal yang terkena hantaman proyektil tak dikenal pada Senin malam waktu setempat. Tidak ada laporan mengenai kerusakan maupun dampak terhadap lingkungan dan pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut.
Baca Juga: Presiden Korut Tekankan Komitmen Pererat Kerja Sama dengan Rusia
"Kapal-kapal diimbau untuk melintas dengan hati-hati dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada UKMTO," katanya.
Serangan proyektil tak dikenal terus terjadi selama beberapa pekan terakhir. Pada 12 September lalu, UKMTO melaporkan sebuah kapal terbakar setelah menjadi target serangan proyektil tak dikenal ketika melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: 3 Tahun Perang Gaza, 73.786 Orang Tewas
Serangan serupa juga terjadi pada 10 September, di mana empat proyektil tak dikenal menyerang dua kapal yang berupaya melintasi koridor Oman, yakni sekitar 17 mil laut (31 kilometer) sebelah barat Khasab.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan maritim di Selat Hormuz akibat konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Keduanya saling tuduh telah melanggar Nota Kesepahaman (MoU), khususnya terkait pengaturan di jalur maritim strategis tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































