3 Tahun Perang Gaza, 73.786 Orang Tewas

Jakarta, IDM – Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa dua warga Palestina tewas dalam 24 jam terakhir akibat serangan Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF). Sehingga, total jumlah korban tewas selama hampir tiga tahun konflik mencapai 73.786 jiwa.
Melansir Anadolu, Senin (14/9), dalam laporan statistik harian Kementerian Kesehatan Gaza, rumah sakit di wilayah itu menerima dua jenazah dan 25 orang terluka dalam 24 jam terakhir. Hal Ini menunjukan bahwa IDF terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Baca Juga: Korut Gelar Latihan Serangan Gabungan, Respons ‘Freedom Edge’
Israel disebut telah melanggar kesepakatan itu melalui serangan yang berkelanjutan dan menewaskan 1.372 warga Palestina serta melukai 4.659 orang lainnya.
"Jumlah korban tewas secara keseluruhan akibat genosida Israel, yang dimulai pada 8 Oktober 2023, telah meningkat menjadi 73.786 jiwa, dengan 174.771 orang terluka," katanya.
Baca Juga: Oman Tunda Perundingan dengan Negara Teluk Terkait Hormuz
Selain korban jiwa termasuk anak-anak dan perempuan, Israel telah menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil Gaza. PBB memperkirakan butuh sekitar 70 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































