Menlu Korsel Buka Suara Soal Rencana Pengerahan Pasukan ke Hormuz

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel) Cho Hyun mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan untuk mengerahkan pasukan militer ke Selat Hormuz.
Melansir Yonhap, Kamis (17/9), hal itu ia ungkapkan sebelum bertolak ke Washington untuk bertemu Menlu AS Marco Rubio. Pertemuan ini berlangsung di tengah desakan Presiden AS Donald Trump terhadap Korsel untuk berkontribusi dalam upaya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Baca Juga: Serangan Iran Rusak Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Pemerintah Korsel menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan pengerahan aset militer ke wilayah tersebut, yang mendapat penentangan di dalam negeri sekaligus peringatan dari Iran. Sebelumnya, tim inspeksi militer Korsel juga telah melakukan penilaian lapangan di Uni Emirat Arab (UEA).
"Posisi kami tetap bahwa belum ada keputusan yang diambil, dan kami sedang meninjau semua faktor terkait. Dalam prosesnya, kami akan mengutamakan kerja sama internasional sembari memberikan perhatian utama pada keselamatan warga kami dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz," ujar Cho.
Baca Juga: Sekjen PBB Sebut Dewan Keamanan Lumpuh karena Hal Ini
Kedua menlu juga akan meninjau hubungan bilateral secara keseluruhan, investasi Korsel ke AS, konsultasi keamanan seperti pengadaan kapal selam bertenaga nuklir, hingga kemungkinan dimulainya kembali dialog antara Korea Utara (Korut) dan AS.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































