Presiden Prabowo Tegaskan Supremasi Hukum jadi Pilar Utama Negara, Ingatkan Bahaya “Hukum Rimba”

Jakarta, IDM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keberlangsungan negara tidak dapat dipisahkan dari tegaknya hukum dan konstitusi.
Dalam taklimat Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), Kepala Negara mengingatkan bahwa tanpa hukum, negara akan jatuh pada kondisi kekacauan dan dominasi kekuatan semata.
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta pimpinan BUMN, Presiden menekankan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan fondasi utama kehidupan bernegara yang harus dijaga bersama.
Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Istana untuk Pelajar, Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi Besar
Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya konsensus nasional sebagai landasan dalam menjaga persatuan bangsa.
Ia mengingatkan dua momentum besar sejarah Indonesia, yakni Sumpah Pemuda 1928 dan lahirnya konstitusi pada 1945, sebagai bukti kuat komitmen kebangsaan.
Selain itu, Prabowo turut menyoroti keputusan para pendiri bangsa dalam memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, meskipun bukan berasal dari kelompok mayoritas, sebagai contoh nyata kebesaran jiwa bangsa.
Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk terus memperkuat penegakan hukum, menjaga demokrasi, serta merawat persatuan nasional di tengah keberagaman.
“Tidak ada negara tanpa hukum, tanpa konstitusi. Tanpa itu, yang ada hanyalah hukum rimba, dan rakyat kita tidak menghendaki itu,” tegas Kepala Negara. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































