Menko Polkam Tekankan Sinergi Pemerintah dan TNI Tangani Dampak Bencana di Agam

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI dalam menangani dampak bencana yang melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci percepatan pemulihan dan kebangkitan masyarakat pascabencana.
Penegasan tersebut disampaikan Menko Polkam saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Palembayan, Kamis (8/1).
Baca Juga: Presiden Prabowo: Tak Ada Kompromi dalam Penegakan Hukum
Dalam kunjungan tersebut, Djamari meninjau langsung kondisi para pengungsi yang berada di Posko Utama SDN 05 Kayu Pasak, sekaligus melihat progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Agam, tercatat sebanyak 244 kepala keluarga saat ini masih mengungsi di posko tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara yang layak, pemerintah bersama TNI tengah membangun 117 unit hunian sementara di lokasi yang berdekatan dengan area pengungsian.
Pembangunan hunian dilakukan oleh personel TNI dengan pendampingan tenaga ahli di bidang teknik sipil agar kualitas bangunan tetap terjamin.
Baca Juga: Istana Pastikan Kabinet Merah Putih Solid, Utamakan Tujuan Bersama
Dalam kesempatan itu, Menko Polkam menyampaikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk nyata tanggung jawab negara dalam melindungi dan membantu warganya.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Sinergi inilah yang harus terus kita jaga agar masyarakat segera bangkit dan dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan lebih baik,” ujar Djamari.
Selain meninjau lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara, Menko Polkam juga berdialog dengan para pengungsi serta personel TNI yang bertugas di lapangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Kita Ada di Jalan yang Benar dan Bekerja Sepenuh Hati untuk Rakyat
Ia memberikan motivasi dan apresiasi kepada para prajurit yang terlibat langsung dalam pembangunan, sekaligus menyerahkan tambahan bantuan material bagi korban bencana dan petugas.
Menko Polkam berharap pembangunan hunian sementara dapat segera diselesaikan dan ditempati oleh warga terdampak sebagai langkah awal pemulihan pascabencana.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur TNI untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap. (ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































