TNI menyiapkan 1.311 personel sebagai penyuluh untuk diterjunkan ke wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan masih menjadi tantangan utama dalam upaya penanggulangan kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Saat bencana besar terjadi, peran Tentara Nasional Indonesia selalu sebagai garda terdepan yang hadir untuk membantu, mengevakuasi, serta menjadi jembatan kebutuhan darurat warga. Dalam bencana besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, misalnya, TNI memastikan bahwa bantuan tidak berhenti di kota besar saja, melainkan menjangkau sampai desadesa terpencil.
Presiden RI Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terkait progres pembangunan 300 jembatan gantung perintis dan renovasi 300 sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan prajurit Zeni Angkatan Darat. Kali ini, prajurit Batalion Zeni Konstruksi 12 Karana Jaya (Yonzikon 12/KJ) berhasil membangun kembali akses transportasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.
TNI AD dari Kodam II/Sriwijaya berjibaku terus membangun insfrastruktur di Sumatra. Terbaru, mereka membangun jembatan beton di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
TNI AD kebut pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana di Sumatra. Kali ini dibawah kordinator Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) para prajurit membangun 104 unit Huntap yang berlokasi di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
TNI menyiapkan 1.311 personel sebagai penyuluh untuk diterjunkan ke wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan masih menjadi tantangan utama dalam upaya penanggulangan kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Saat bencana besar terjadi, peran Tentara Nasional Indonesia selalu sebagai garda terdepan yang hadir untuk membantu, mengevakuasi, serta menjadi jembatan kebutuhan darurat warga. Dalam bencana besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, misalnya, TNI memastikan bahwa bantuan tidak berhenti di kota besar saja, melainkan menjangkau sampai desadesa terpencil.
Presiden RI Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terkait progres pembangunan 300 jembatan gantung perintis dan renovasi 300 sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan prajurit Zeni Angkatan Darat. Kali ini, prajurit Batalion Zeni Konstruksi 12 Karana Jaya (Yonzikon 12/KJ) berhasil membangun kembali akses transportasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra.
TNI AD dari Kodam II/Sriwijaya berjibaku terus membangun insfrastruktur di Sumatra. Terbaru, mereka membangun jembatan beton di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
TNI AD kebut pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana di Sumatra. Kali ini dibawah kordinator Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) para prajurit membangun 104 unit Huntap yang berlokasi di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.