HANKAM

Gotong Royong Pascabencana, TNI dan Warga Pulihkan Tempat Ibadah dan Sekolah di Tapanuli-Aceh

TNI bersama masyarakat
TNI bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan tempat ibadah di Tapanuli, Sumatra Utara, dan Aceh. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Semangat gotong royong kembali terlihat di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan tempat ibadah di Tapanuli, Sumatra Utara, dan Aceh.

Bangunan yang sebelumnya tertutup lumpur kini perlahan kembali bersih dan nyaman digunakan. Di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, kegiatan difokuskan pada sejumlah masjid.

Personel TNI membersihkan karpet, merapikan mimbar, hingga menyapu dan mengepel lantai Masjid Nurul Islam Desa Aek Ngadol.

Baca Juga: 105 Prajurit Yonzipur 10 Kostrad Kembali ke Satuan Usai Selesaikan Misi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

Kegiatan serupa dilakukan di Masjid Shobu’ul Desa Hutagodang dengan pembersihan lantai dan kaca jendela.

Pekerjaan juga mencakup peremajaan fisik. Di Masjid Jami’ Desa Bonalumban, anggota TNI mengerok cat lama, mengampelas permukaan dinding dan pagar, lalu melakukan pengecatan ulang agar tampak lebih segar.

Di Aceh, pembersihan dilakukan di Meunasah Raya Desa Kota Meureudu yang sempat tertimbun lumpur tebal. Dengan peralatan sederhana, personel TNI membersihkan teras dan halaman, dengan progres mencapai sekitar 70 persen.

Tak hanya masjid, gereja di Desa Hutagodang turut dibersihkan. Lantai disapu, bangku dan altar dirapikan, serta endapan lumpur di halaman diangkat agar jemaat dapat kembali beribadah dengan aman.

Baca Juga: Ancaman Nirmiliter Kian Kompleks, Wamenhan Ungkap Peran ASN untuk Tangkal Infiltrasi Asing

“Gotong royong ini bukan hanya memulihkan bangunan, tetapi juga menguatkan solidaritas masyarakat setelah bencana,” ujar salah satu perwira lapangan.

Selain tempat ibadah, sekolah menjadi fokus pemulihan. Di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, pembersihan dilakukan di SDN 152981 1A Tukka dan SDN 152982 1B Tukka akibat banjir susulan, dengan progres sekitar 50 persen.

Lumpur dibersihkan menggunakan semprotan air bersih, sementara personel TNI menyikat ruang kelas agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal. Pembersihan menyeluruh juga dilakukan di SMA Fransiskus Aek Tolang.

Baca Juga: Di Depan 14 Negara, TNI AL Bongkar Ancaman Nyata di Samudera Hindia

Di Aceh Tengah, SMPN 26 Takengon telah memasuki tahap pengecatan dengan progres sekitar 45 persen. Setelah proses bersih-bersih, bangunan dicat ulang sehingga tampak lebih rapi dan layak digunakan.

Kegiatan ini menjadi cerminan sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Selain memulihkan kondisi fisik bangunan, gotong royong menghadirkan kembali rasa kebersamaan di tengah warga.

“Dengan kerja bersama, masjid, gereja, dan sekolah dapat kembali digunakan, sekaligus memulihkan semangat masyarakat pascabencana,” pungkasnya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.