Menko Polkam Sentil Kepala Daerah: Jangan Khianati Rakyat yang Memilih Anda!

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melontarkan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah di Indonesia agar tidak menyalahgunakan amanah rakyat demi kepentingan pribadi.
Menurutnya, jabatan yang diperoleh melalui pilihan rakyat merupakan bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata dan pengabdian, bukan menjadi sarana memperkaya diri atau mengkhianati mandat publik.
Pesan tegas tersebut disampaikan Menko Polkam saat menghadiri silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Saudi, Qatar hingga Mesir Bisa Terdorong Miliki Senjata Nuklir
Dalam sambutannya, Djamari mengingatkan setiap pemimpin daerah pernah datang kepada masyarakat untuk meminta dukungan dan kepercayaan. Karena itu, setelah terpilih, seorang kepala daerah wajib menjaga komitmennya kepada rakyat.
"Saya ingin mengingatkan pada kesempatan ini, sadarlah kita. Kita dulu meminta suara kepada rakyat kita, tolong pilih saya, tolong percayai saya, tapi saat menjabat, berkhianat kepada pemilihnya, berkhianat kepada bangsa ini," tegasnya.
Menurut Menko Polkam, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pentingnya integritas pejabat publik.
Ia mengungkapkan Presiden secara khusus menitipkan pesan agar seluruh kepala daerah yang memperoleh mandat rakyat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Bapak Presiden menyampaikan pada saya, tolong sampaikan bahwa kita adalah orang-orang yang dipercaya oleh rakyat untuk mengabdi. Pada dasarnya memang kepala daerah dipilih masyarakat untuk mengabdi," ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Alasan Tukin TNI Naik, Bentuk Apresiasi atas Pengabdian Prajurit
Djamari membeberkan ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan semata pembangunan fisik ataupun capaian administratif, melainkan kejujuran dan komitmen dalam menjalankan amanah.
Ia mengingatkan kebohongan mungkin dapat menyebar dengan cepat, tetapi kejujuran akan selalu menjadi fondasi kepercayaan masyarakat.
"Ada kalimat yang perlu kita ingat, kebohongan akan bergulir lebih cepat, tetapi kebenaran dan kejujuran yakin akan sampai ke tujuan. Saya menyampaikan kalimat ini untuk mengingatkan kita bahwa berbaktilah untuk kepentingan rakyat," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat dalam rangka mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat persatuan nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Polkam beserta jajaran yang dinilai menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Bongkar Sindikat Online Scam RI-Kamboja, Polri Kini Bisa Ikut Periksa WNI di Phnom Penh
"Kami semua di sini siap menjalankan perintah dari Bapak untuk mengabdi kepada Banua Kalimantan Selatan tercinta dan mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hasnuryadi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Ketua DPRD Kalimantan Selatan Supian H.K., perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, Basarnas, para bupati dan wali kota, tokoh agama, akademisi, serta unsur Forkopimda.
Menko Polkam hadir didampingi Sekretaris Kemenko Polkam, para deputi, staf ahli, dan staf khusus.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































