Menko Polkam Djamari Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Prajurit Skadron Udara 11

Jakarta, IDM - Kesiapan pertahanan udara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengawaki dan mengoperasikannya.
Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat mengunjungi Skadron Udara 11 TNI Angkatan Udara di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Dalam kunjungannya, Djamari memberikan pengarahan sekaligus motivasi kepada para prajurit agar senantiasa menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta mempertahankan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah udara Indonesia.
Djamari menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi prajurit TNI AU yang bertugas di satuan penerbangan tempur.
Baca Juga: Menko Polkam Djamari Chaniago Perkuat Soliditas Purnawirawan TNI-Polri
Menurutnya, keberadaan skadron udara dengan personel yang terlatih menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kekuatan pertahanan negara.
“Setiap saya datang ke pangkalan Angkatan Udara, apalagi di tempat yang memiliki beberapa skadron, menimbulkan kebanggaan pada diri saya secara pribadi. Slogan ‘Menaklukkan Angkasa, Menjaga Samudra’ adalah satu hal yang sangat membanggakan kita, dan saya berharap apa yang tertulis menjadi kewajiban kita semua untuk melaksanakannya,” tegas Djamari.
Ia menekankan perkembangan teknologi pertahanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan personel. Pesawat tempur dengan teknologi tinggi, menurutnya, tetap membutuhkan penerbang, teknisi, dan personel pendukung yang memiliki keterampilan serta disiplin tinggi.
“Teknologi tinggi pada pesawat tempur yang kita miliki itu semua orang bisa tahu kelebihan dan kelemahannya. Namun, yang menjadi pembeda utamanya adalah keterampilan dari para penerbangnya serta seluruh personel yang menyiapkan peralatan tempur tersebut. Jangan pernah lelah berlatih dan jangan pernah menggampangkan disiplin,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla, Unsur Pidana Tetap Diusut
Djamari menyebut kesiapan operasional bukan sekadar persoalan ketersediaan pesawat dan sistem persenjataan. Kemampuan personel dalam mengoperasikan, memelihara, serta menyiapkan alutsista menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari efektivitas kekuatan udara.
Dalam kesempatan itu, Djamari juga mengingatkan tiga nilai yang harus terus menjadi pegangan prajurit, yakni disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah kebanggaanku, dan kehormatan adalah segala-galanya.
Nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sekaligus menjadi landasan dalam melaksanakan sumpah dan komitmen pengabdian kepada negara.
“Kesempatan ini adalah kesempatan yang baik buat saya, dan saya hanya ingin mengingatkan kepada kalian titik-titik yang tadi saya sampaikan. Jangan lengah, jaga nama baik satuanmu, dirimu, dan TNI,” ungkapnya.
Setelah memberikan pengarahan, Djamari bersama rombongan meninjau kesiapan armada pesawat tempur Sukhoi yang berada di Skadron Udara 11.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat secara langsung kesiapan satuan dan personel dalam mendukung tugas pertahanan udara.
Selain aspek operasional, Djamari mengingatkan prajurit untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan. Menurutnya, kesiapan personel merupakan satu kesatuan dengan kesiapan alutsista.
“Jaga kesehatan fisik dan pikiranmu, di saat kamu tidak sehat maka terganggulah kemampuanmu dalam melaksanakan tugas,” pesannya.
Kegiatan tersebut dihadiri Pangkodau II Marsda TNI Mochamad Untung Suropati dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra. Djamari turut didampingi Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemenko Polkam.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































