POLKAM

Menko Polkam Djamari: Pangkat Tinggi, Tanggung Jawab Makin Besar! Pemimpin Harus jadi Teladan

Menko Polkam Djamari Chaniago.
Menko Polkam Djamari Chaniago. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Pendidikan tidak sekadar menjadi sarana meningkatkan kapasitas intelektual, tetapi juga fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus melahirkan pemimpin yang mampu menjadi teladan.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat memberikan Kuliah Umum kepada peserta didik Sespimti, Sespimmen, SPPK, dan Sespimma Polri di The Tribrata Convention Center Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Dalam forum tersebut, Djamari menyebut kualitas pendidikan memiliki hubungan erat dengan kualitas kepemimpinan.

Baca Juga: Menko Polkam Djamari Sebut Ruang Digital sebagai Padang Kurusetra: Siapa Menguasai, Dia Menang

Pendidikan yang baik, kata Djamari, harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan seseorang dalam menjalankan tanggung jawabnya.

“Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melahirkan pemimpin yang berkualitas, berdisiplin, serta menjadi teladan,” tegas Djamari.

Menurutnya, kebutuhan terhadap pemimpin yang berkualitas semakin penting, khususnya dalam menghadapi kompleksitas tantangan keamanan dan ketertiban yang terus berkembang.

Pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis maupun kewenangan formal, tetapi juga harus memiliki karakter kuat untuk menjadi contoh bagi anggota yang dipimpinnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Misi Besar Pemerintahan: Kemiskinan Dibabat, Kesejahteraan Rakyat jadi Utama

Djamari secara khusus mengingatkan disiplin organisasi harus dimulai dari level kepemimpinan.

Seorang pemimpin tidak dapat menuntut bawahannya untuk disiplin apabila dirinya sendiri tidak menunjukkan sikap yang sama.

“Penegakan disiplin harus dimulai dari pemimpin. Semakin tinggi pangkat dan jabatan, semakin besar tanggung jawab untuk memberikan keteladanan dan rela berkorban demi tegaknya disiplin,” ujarnya.

Pendidikan kepemimpinan tidak hanya dipandang sebagai proses peningkatan jenjang karier, tetapi juga momentum untuk membangun kesiapan mental dan moral dalam memikul amanah yang lebih besar.

Baca Juga: Menko Polkam: Kalau TNI-Polri Tak Kompak, Negeri Ini Tak akan Tegak dan Kokoh

Bagi Djamari, peningkatan pangkat dan jabatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan tanggung jawab.

Semakin tinggi posisi seorang pemimpin, semakin besar pula ekspektasi organisasi dan masyarakat terhadap sikap, keputusan, serta perilakunya.

Maka dari itu, keteladanan menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin dituntut mampu menunjukkan kedisiplinan bukan hanya melalui instruksi, tetapi terutama melalui tindakan nyata.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.