Hadapi Gejolak Geopolitik, Indonesia Perkuat Jejaring Kemitraan Internasional

Jakarta, IDM –Ketidakpastian geopolitik dan persaingan ekonomi global mendorong negara-negara untuk memperkuat mitra internasional. Indonesia menjadi salah satu negara yang dipandang memiliki posisi penting dalam membangun kolaborasi lintas kawasan.
Hal itu terlihat dari komitmen sejumlah duta besar negara sahabat yang menyatakan kesiapan memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.
Komitmen itu disampaikan dalam prosesi penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/11).
Para perwakilan diplomatik melihat Indonesia bukan hanya sebagai mitra perdagangan dan investasi, melainkan sebagai negara strategis untuk memperluas kerja sama dalam menghadapi tantangan global.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphini, menilai hubungan Indonesia-Uni Eropa sedang memasuki fase penting.
Rencana penandatanganan IEU-CEPA dan peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis dinilai dapat memperkuat posisi kedua pihak dalam menghadapi dinamika internasional.
Delphini menegaskan, hubungan bilateral yang kuat memiliki arti lebih luas daripada sekadar keuntungan ekonomi.
Kemitraan tersebut juga dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan kepentingan masyarakat internasional.
"Hubungan yang kuat antara Uni Eropa dan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan dunia bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi bagi dunia," ungkapnya.
Di sisi lain, Austria melihat peluang besar untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan Indonesia melalui implementasi IEU-CEPA.
Duta Besar Austria, Alexander Rieger, berharap kesepakatan tersebut dapat membuka ruang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara sekaligus mempererat hubungan kebudayaan.
Sementara itu, Swiss menempatkan penguatan ketahanan ekonomi sebagai salah satu fokus kerja sama.
Duta Besar Swiss, Konstantin Obolensky, mengatakan hubungan kedua negara yang telah berlangsung selama 75 tahun menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi.
Komitmen serupa datang dari Jepang. Duta Besar Jepang, Ueno Atsushi, menyatakan kesiapan negaranya untuk terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif dengan Indonesia.
Hubungan yang telah berlangsung sejak 1958 tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam memperluas kerja sama bilateral.
Adapun Malaysia menekankan pentingnya dimensi sosial dan historis dalam menjaga hubungan kedua negara.
Duta Besar Malaysia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, memandang kedekatan masyarakat kedua negara sebagai modal utama dalam mempertahankan persahabatan jangka panjang.
"Secara historis, kita memiliki keterkaitan sosial dan budaya. Yang terpenting adalah persahabatan yang langgeng di antara masyarakat kita," ujarnya.
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































