Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa 'kelumpuhan' Dewan Keamanan disebabkan oleh perilaku negara-negara yang melanggar hukum internasional saat menduduki kursi di badan tersebut.
Kebijakan pertahanan Indonesia saat ini berada di persimpangan politik dua kekuatan global — antara Elang Amerika dan Naga China. Keduanya merupakan negara dengan kekuatan militer dominan di Indo-Pasifik, keduanya bersaing untuk mendapatkan pengaruh, dan keduanya ingin menarik Jakarta lebih dekat ke orbit mereka.
Bagaimana Komisi I DPR RI melihat eskalasi konflik geopolitik global saat ini, mulai dari situasi di Iran, Presiden Venezuela yang diciduk AS hingga Greenland yang jadi rebutan? Apa dampaknya bagi posisi strategis Indonesia?
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang diapit oleh dua benua dan dua samudera, Indonesia dianugerahi posisi silang geopolitik dan geostrategis yang luar biasa. Karakteristik geografi maritim kita yang membentang melintasi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), hingga batas Landas Kontinen, ibarat sebuah pedang bermata dua. Di satu sisi, hamparan perairan yang luas ini menempatkan Indonesia pada titik tumpu jalur perdagangan laut global yang masif dan menyimpan potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di sisi lain, anugerah geografi ini menjadikannya arena terbuka yang rentan terhadap spektrum ancaman yang terus bergerak dinamis setiap detiknya.
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo meminta seluruh perwira siswa menguasai perkembangan geopolitik, geostrategi, hingga teknologi pertahanan. Penekanan ini disampaikan Ariantyo saat memberikan pembekalan dalam pembukaan pendidikan reguler perwira siswa Seskoal ke-66 di Jakarta, Senin (10/8).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut krisis pangan sama bahayanya dengan ancaman militer. Hal ini dikatakannya saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan bertajuk “Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pertahanan Negara dan Ketahanan Wilayah” yang diadakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Hotel Aston, Jakarta Barat, Selasa (21/7).
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta para perwira siswa (pasis) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) untuk terus memahami perkembangan lingkungan strategis (lingstra), perang informasi hingga dinamika geopolitik.
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) mematangkan proyeksi teknologi bawah air masa depan Indonesia. Proyeksi ini berfokus pada analisis kapabilitas Kapal Selam Otonom dan Torpedo (KSOT) yang memanfaatkan integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)