Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memetakan ancaman nyata yang membayangi kekayaan maritim Indonesia akibat lonjakan ketegangan geopolitik global. Dunia saat ini menghadapi krisis multidomain yang mengombinasikan ancaman militer, nirmiliter, hingga perang hibrida atau taktik yang memadukan serangan fisik dengan operasi siber serta tekanan ekonomi.
Pembahasan ratifikasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan antara Indonesia dan Turki tidak hanya menyoroti peluang penguatan hubungan bilateral, tetapi juga pentingnya alih teknologi pertahanan serta mitigasi risiko geopolitik yang dapat memengaruhi kepentingan strategis nasional Indonesia.
Pemerintah Indonesia dan Qatar menyatukan suara terkait situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Kedua negara mendesak segera dilakukan penurunan ketegangan atau de-eskalasi konflik demi mencegah meluasnya ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, modernisasi militer, serta berbagai ancaman keamanan yang semakin kompleks, kebutuhan Indonesia untuk memperkuat sektor pertahanan menjadi semakin penting. Namun di sisi lain, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pertahanan juga merupakan uang publik yang harus dikelola secara transparan, efektif, dan akuntabel.
Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai panduan utama dalam menghadapi dinamika global yang semakin tidak menentu.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, tetapi juga dari dinamika politik luar negeri.
Hubungan Indonesia dan Prancis memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron sepakat memperluas kemitraan strategis kedua negara menjadi kerja sama global lintas sektor dalam pertemuan kenegaraan di Paris, Kamis (28/5).
Koreksi pasar atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menata ekspor sumber daya alam (SDA) tidak boleh hanya dibaca sebagai urusan bursa saham. Ia memang menyentuh sentimen investor, kepastian usaha, dan prospek emiten komoditas. Namun di balik itu, ada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana negara mengelola sumber daya strategis sebagai basis ketahanan nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan pesan kuat terkait arah kebijakan pertahanan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global melalui penerimaan sejumlah alutsista baru di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya perlindungan warga negara sebagai prioritas utama negara-negara ASEAN di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.