Sikapi Eskalasi Timur Tengah, RI dan Qatar Serukan De-eskalasi Konflik

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia dan Qatar menyatukan suara terkait situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Kedua negara mendesak segera dilakukan penurunan ketegangan atau de-eskalasi konflik demi mencegah meluasnya ketidakstabilan di wilayah tersebut.
Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan Konsultasi Politik Pertama antara Indonesia dan Qatar yang berlangsung di Jakarta, Senin (15/6). Forum tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad bin Sultan Al Muraikhi.
Baca Juga: Pemerintah Pacu Modernisasi Pertahanan untuk Perkuat Posisi Indonesia di Asia
Anis menegaskan, Indonesia dan Qatar memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya menghormati hukum internasional dan kedaulatan negara. Penyelesaian segala bentuk perselisihan di panggung global harus mengedepankan jalur dialog dan diplomasi, bukan konfrontasi militer.
"Menanggapi eskalasi terkini di kawasan Timur Tengah, kami memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya de-eskalasi konflik dan penghormatan terhadap kedaulatan negara. Terkait isu Palestina, Indonesia dan Qatar menegaskan kembali dukungan teguh terhadap perjuangan bangsa Palestina, menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza, serta menjamin akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan," ujar Anis, dikutip dari keterangan Kemlu RI, Rabu (17/6).
Baca Juga: RI-Qatar Gelar Konsultasi Politik Pertama, Sepakat Percepat MoU Anti-Terorisme
Anis menambahkan, kedua pihak juga mendorong dimulainya kembali proses politik damai secara konkret. Langkah ini krusial demi mewujudkan kemerdekaan Palestina yang berdaulat penuh berdasarkan Solusi Dua Negara (Two-State Solution), sesuai dengan koridor resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Komitmen perdamaian global ini berjalan beriringan dengan penguatan kerja sama bilateral di sektor keamanan domestik. Sebelum menyepakati sikap politik luar negeri ini, Indonesia dan Qatar juga sepakat mempercepat penyelesaian nota kesepahaman (MoU) penanggulangan terorisme untuk membentengi wilayah kedua negara dari ancaman kejahatan lintas negara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































