Danseskoal Minta Perwira Siswa Kuasai Geopolitik dan Teknologi Pertahanan

Jakarta, IDM – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo meminta seluruh perwira siswa menguasai perkembangan geopolitik, geostrategi, hingga teknologi pertahanan. Penekanan ini disampaikan Ariantyo saat memberikan pembekalan dalam pembukaan pendidikan reguler perwira siswa Seskoal ke-66 di Jakarta, Senin (10/8).
Ariantyo menegaskan, perwira siswa tidak hanya dituntut jago dalam aspek kepemimpinan dan profesionalisme militer, tetapi juga harus peka terhadap dinamika keamanan nasional maupun internasional.
"Pendidikan di Seskoal harus mampu membentuk perwira yang memiliki pola pikir strategis, adaptif, inovatif, serta mampu merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan pertahanan dan keamanan yang berkembang secara dinamis," ujar Ariantyo, dikutip dari laman Pusjianmar, Selasa (11/8).
Baca Juga: TNI AD Masuk Lapas Gelar Penyuluhan Ketahanan Pangan
Sebelum memberikan pembekalan, Ariantyo lebih dulu membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat memimpin upacara pembukaan.
Dalam amanat tertulisnya, Ali meminta para calon pimpinan masa depan TNI AL ini lincah dan inovatif saat menjalankan tugas operasi di laut.
"Perwira siswa dituntut mampu merumuskan, menganalisis, dan mengaplikasikan konsep kebijakan dan strategi serta manajemen operasi yang komprehensif, berwawasan nasional, dan berorientasi pada kepentingan negara," kata Ariantyo membacakan amanat.
Baca Juga: HUT Pertama Kodaeral, Pangkoarmada RI Ingatkan Prajurit Perketat Keamanan Laut
Pendidikan reguler tahun anggaran 2026 ini menggembleng 112 perwira menengah. Sebanyak 100 peserta berasal dari internal TNI AL, meliputi 32 personel Korps Pelaut, 17 Korps Teknik, 7 Korps Elektronika, 10 Korps Suplai, 14 Korps Marinir, 7 Korps Kesehatan, 9 Korps Khusus, 2 Korps Polisi Militer, serta 2 Korps Hukum.
Sementara itu, 12 peserta sisanya merupakan perwira tamu yang terdiri atas masing-masing 4 personel dari TNI AD, TNI AU, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Keterlibatan gabungan ini sekaligus memperkuat sinergi serta kemampuan kerja sama antarsatuan (interoperability) dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































