HANKAM

Perkuat Ketahanan Nasional, KSAD Sebut Krisis Pangan Sama Bahayanya dengan Ancaman Militer

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan bertajuk “Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pertahanan Negara dan Ketahanan Wilayah” yang diadakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Hotel Aston, Jakarta Barat, Selasa (21/7). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut krisis pangan sama bahayanya dengan ancaman militer. Hal ini dikatakannya saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan bertajuk “Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pertahanan Negara dan Ketahanan Wilayah” yang diadakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Hotel Aston, Jakarta Barat, Selasa (21/7).

Dilansir dari keterangan Dispenad, Rabu (22/7), Maruli menjelaskan bahwa ancaman terhadap suatu bangsa saat ini tidak hanya berbentuk ancaman militer, tetapi juga krisis pangan, perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik.

"Karena itu, ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional," kata Maruli.

Baca Juga: Daftar Empat Perwira Remaja TNI-Polri Peraih Adhi Makayasa 2026

Lebih lanjut Jenderal bintang empat ini mengatakan bahwa pelaksanaan tugas TNI di lapangan selalu terkoordinasi dan terintegrasi dengan seluruh instansi, kementerian, dan lembaga terkait dalam rangka mendukung program-program pemerintah, khususnya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Itu kan semua kita terkoordinasi dengan kementerian, jadi kita sampaikan, kementerian minta tolong ke kita (TNI), kita membantu program-program yang sudah ada. Tadi saya tekankan bahwa kami di tentara tidak ada program yang ingin memiliki, tapi kami ingin mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan petani lebih baik kehidupannya,” jelas Maruli.

Pada kesempatan tersebut, Maruli juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek sekaligus berkontribusi terhadap masa depan bangsa.

Baca Juga: OPM Tembak Mati Tiga Warga Sipil di Trans Papua, Koops TNI Habema Buru Pelaku

“Saya juga ingin memotivasi mereka bahwa pertanian cukup menjanjikan sebetulnya, namun membutuhkan perjuangan cukup panjang dan juga kerja keras. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi mereka (mahasiswa),” imbuhnya.

Untuk diketahui berbagai program TNI AD di seluruh Indonesia dilengkapi dengan sistem dashboard untuk memantau perkembangan setiap kegiatan secara real time, sehingga pelaksanaannya dapat dipastikan berlangsung transparan, terukur, dan akuntabel.

Melalui berbagai program tersebut, TNI AD terus bersinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.