ASEAN-India Perkuat Ketahanan Kawasan di Tengah Dinamika Geopolitik

Jakarta, IDM – Dalam menghadapi dinamika geopolitik, ASEAN mendorong ketahanan kawasan dalam Post Ministerial Conference (PMC) bersama India di Manila, Filipina pada Rabu (22/7).
Saat pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyoroti ASEAN–India Year of Maritime Cooperation tahun ini mampu mendorong penguatan kolaborasi di bidang maritim sebagai dasar bagi kawasan yang lebih tangguh.
Kerja sama itu perlu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, mulai dari bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, keselamatan maritim, pelatihan penjaga pantai (coast guard), hingga pembangunan daya tahan pelabuhan agar tetap beroperasi optimal di tengah ancaman bencana maupun krisis rantai pasok global.
Baca Juga: Jepang Kecam Latihan Gabungan Cina-Rusia di Dalam ZEE
Penguatan konektivitas di kawasan Samudra Hindia juga menjadi prioritas melalui kerja sama antarpelabuhan, operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) bersama, serta pengembangan ekonomi biru. Seluruh langkah ini berlandaskan pada prinsip hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.
Ia pun menyoroti potensi Sabang sebagai gerbang strategis yang menghubungkan ASEAN dan India. Letaknya yang berjarak kurang dari 200 kilometer dari Kepulauan Andaman dinilai dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, pariwisata kapal pesiar, serta hubungan antarmasyarakat.
“Ketahanan kawasan tidak berhenti di bidang maritim. Kita juga harus memastikan kawasan lebih siap menghadapi guncangan iklim dan geopolitik melalui penguatan ketahanan pangan dan energi,” ujarnya melansir keterangan tertulis Kemlu RI.
Ia menegaskan pentingnya ASEAN–India untuk memantau cadangan pangan dan energi secara nyata guna meningkatkan kepastian, ketersediaan, dan keterjangkauan pasokan di kawasan.
Baca Juga: Houthi Ancam Blokade Maritim Arab Saudi
Di bidang kesehatan, ia mendorong pembentukan ASEAN–India Health Resilience Track untuk memperkuat kolaborasi di bidang farmasi, vaksin, diagnostik, pelatihan tenaga kesehatan, serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan tantangan kesehatan di masa depan.
Ia turut menyampaikan dukungan terhadap percepatan penyelesaian Review of the ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA) agar aturan-aturan perdagangan antara ASEAN dan India menjadi lebih sederhana, efisien, dan saling menguntungkan.
"Mari kita bekerja sama untuk memastikan Rencana Aksi ASEAN-India 2026-2030 mewujudkan masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera bagi rakyat kita," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































