AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Minggu, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan setelah dimediasi oleh Pakistan.
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kesepakatan itu melalui platform Truth Social miliknya, Rabu (8/4). Ia memuji Pakistan karena telah menjadi mediator. Namun, ia menekankan bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga: Kemlu Himbau Masyarakat Waspada Tawaran Kerja Ilegal di Timor Leste
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui membuka secara penuh, segera, dan aman Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.
Kesepakatan itu ia ungkapkan beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Iran. Sebelumnya, ia mengultimatum Iran untuk memenuhi tuntutan AS khususnya membuka Selat Hormuz dalam kurun waktu 48 jam.
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai. “Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis Araghchi melalui platform X.
Baca Juga: Israel Perluas Serangan Darat di Lebanon Selatan
“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," jelasnya.
Araghchi juga berterima kasih kepada Pakistan atas mediasi yang telah dilakukan. Dalam beberapa minggu mendatang, Islamabad diperkirakan akan menjadi tuan rumah pembicaraan lebih lanjut antara AS dan Iran. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































