INTERNASIONAL

Kemlu Himbau Masyarakat Waspada Tawaran Kerja Ilegal di Timor Leste

KBRI Dili, Timor Leste.
KBRI Dili, Timor Leste. (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Kementrian Luar Negeri (Kemlu) RI menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran pekerjaan ilegal di Timor Leste. Hal itu didasarkan atas laporan kasus ketenagakerjaan yang menimpa para WNI di negara tersebut.

Melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Selasa (7/4), laporan yang diterima KBRI Dili itu di antaranya gaji tidak dibayar, pekerjaan tidak sesuai dengan yang dijanjikan, kondisi kerja buruk, penelantaran hingga penahanan dokumen/Paspor RI karena utang piutang.

Baca Juga: Proyektil Israel dan Hizbullah Nyasar ke Markas Pasukan Perdamaian, UNIFIL Dorong Kedua Pihak Gencatan Senjata

Dengan demikian, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dan berpikir ulang apabila menerima tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar dan dalam US Dollar, serta ditawarkan melalui media sosial atau melalui perorangan/individu.

Apabila rekrutmen kerja yang dilakukan tanpa melalui prosedur resmi (nonprosedural), melainkan dilakukan oleh perorangan/ individu, tanpa melalui proses rekrutmen yang resmi secara tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak pekerja serta pemberi kerja, masyarakat dihimbau untuk mencurigai tawaran tersebut.

Dihimbau pula untuk mencari tahu informasi secara lengkap, melalui berbagai hubungan pertemanan dengan WNI di Timor-Leste dan sarana komunikasi, mengenai perusahaan yang akan merekrut. Sebelum berangkat untuk bekerja di Timor-Leste, pastikan pekerja harus sudah menerima, mempelajari, dan tanda tangan kontrak kerja yang jelas dengan Bahasa Indonesia, pelajari kontrak kerja dengan teliti hak dan kewajiban pekerja, seperti gaji sesuai UMR dan Peraturan Ketenagakerjaan di Timor Leste sesuai dengan jenis pekerjaan, waktu kerja hingga asuransi.

Baca Juga: Islamabad Accord, Proposal untuk Akhiri Perang Amerika-Iran

Pastikan pula untuk mengurus visa kerja sebelum berangkat bekerja dan bukan menggunakan Visa Turis atau Visa Kunjungan untuk bekerja di Timor-Leste, tolak dan hindari janji pemberi kerja jika bukan menggunakan Visa Kerja.

Masyarakat dihimbau untuk menolak tawaran kerja dan jangan berangkat apabila tidak memenuhi semua syarat diatas demi keselamatan diri sendiri.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.