Israel Perluas Serangan Darat di Lebanon Selatan

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengerahkan satu divisi tambahan di Lebanon selatan sebagai upaya memperluas serangan darat, yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Baca Juga: Presiden Ukraina Usul Gencatan Energi dengan Rusia
Melansir AA, Selasa (7/4), IDF mengerahkan Divisi ke-98 untuk bergabung dalam operasi militer dengan Divisi ke-91, ke-36, ke-146, dan ke-162. Serangan darat ini meningkat di tengah serangan artileri dan udara yang terus menargetkan Lebanon selatan.
IDF mengatakan pasukan tambahan itu bertugas untuk “memperkuat garis pertahanan depan dan menghilangkan ancaman terhadap penduduk utara". Namun, tidak diungkapkan akan sejauh apa invasi itu berlangsung.
Sementara, otoritas yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa tujuannya untuk menghancurkan bangunan di desa-desa perbatasan yang diklaim Israel digunakan Hizbullah. Operasi di Lebanon selatan disebut lebih kompleks daripada di Gaza karena letak geografisnya.
Baca Juga: Kemlu Himbau Masyarakat Waspada Tawaran Kerja Ilegal di Timor Leste
Adapun, Israel telah melancarkan serangan udara dan serangan darat di Lebanon selatan sejak 2 Maret, meskipun gencatan senjata berlaku sejak November 2024. Otoritas Lebanon mengatakan bahwa setidaknya 1.497 orang telah tewas dan 4.639 lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































