TNI Tegaskan Siap Tangkap Begal dan Serahkan ke Polisi, Keamanan Rakyat jadi Kunci Ketahanan Wilayah

Jakarta, IDM – Fenomena kejahatan jalanan seperti aksi begal tidak hanya menjadi persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta rasa aman warga.
Merespons hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengemukakan TNI berkomitmen untuk turut membantu menjaga keamanan masyarakat melalui tindakan cepat di lapangan, khususnya ketika menghadapi tindak kriminal yang terjadi secara langsung.
Nas menegaskan prajurit tidak akan tinggal diam apabila menyaksikan atau menerima laporan adanya aksi begal yang mengancam keselamatan masyarakat.
Nas menyebut tindakan yang dilakukan adalah mengamankan situasi, menangkap pelaku, dan memastikan tidak ada korban tambahan.
Namun demikian, Nas menuturkan seluruh proses hukum tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian.
"TNI pasti akan melakukan penangkapan. Jika ada laporan masyarakat atau kejadian di depan mata, prajurit terdekat akan datang, menangkap dan mengamankan pelaku, kemudian menyerahkannya kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam kondisi tersebut merupakan bentuk respons terhadap ancaman keamanan yang mengganggu masyarakat.
Baca Juga: Mayjen Trenggono Akui Sukarela Pensiun Dini dari TNI untuk jadi Wakil Kepala BGN
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat negara dan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Lebih jauh, Nas menekankan penanganan kejahatan jalanan tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat keamanan.
Partisipasi masyarakat melalui penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), kepedulian sosial, serta pelaporan cepat terhadap potensi gangguan keamanan menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan wilayah dari tingkat paling bawah.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































