Indonesia Kian Diperhitungkan, Delapan Duta Besar Negara Sahabat Perkuat Komitmen Kemitraan Strategis

Jakarta, IDM – Posisi Indonesia di panggung internasional semakin mendapat pengakuan sebagai mitra strategis yang penting bagi berbagai negara sahabat.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/6).
Dalam pertemuan tersebut, para duta besar menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kebudayaan, maritim, hingga kerja sama internasional yang berorientasi pada perdamaian dan kemanusiaan.
Baca Juga: Mayjen Trenggono Akui Sukarela Pensiun Dini dari TNI untuk jadi Wakil Kepala BGN
Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Sumadhurika Sashikala Premawardhane, menekankan pentingnya penguatan kerja sama pendidikan dan kebudayaan yang selama ini menjadi fondasi hubungan kedua negara.
Menurutnya, Indonesia dan Sri Lanka memiliki sejarah panjang persahabatan yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan.
Sementara itu, Duta Besar Filipina Christopher Baltazar Montero menyoroti peluang besar kerja sama maritim antara kedua negara yang sama-sama memiliki karakter sebagai negara kepulauan.
Ia menilai kolaborasi maritim akan menjadi salah satu fokus utama dalam mempererat hubungan bilateral di masa mendatang.
Baca Juga: Akmil Tempa Perwira Lapangan Tangguh, Kekompakan jadi Fondasi Kekuatan TNI AD
Dari kawasan Karibia, Duta Besar Saint Lucia Menissa Rambally menyampaikan kekagumannya terhadap Indonesia yang dinilai berhasil mengelola keberagaman sebagai negara kepulauan besar.
“Pengalaman Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara kecil kepulauan dalam membangun konektivitas dan ketahanan nasional,” ungkapnya.
Sedangkan Duta Besar Lebanon Salam Al Achkar menegaskan bahwa Indonesia dan Lebanon memiliki kesamaan nilai dalam menjaga toleransi, keberagaman, dan harmoni sosial. Kesamaan tersebut diyakini menjadi modal kuat untuk memperdalam hubungan persahabatan kedua negara.
Penerimaan surat kepercayaan ini tidak hanya menjadi simbol diplomatik, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai kekuatan regional yang stabil, moderat, dan berpengaruh dalam menjaga perdamaian serta mendorong kerja sama global yang konstruktif.
Baca Juga: Fasilitas Pendidikan Dibakar, Kodam Cenderawasih Komitmen Jaga Masa Depan Papua
Berikut delapan duta besar negara sahabat yang diterima oleh Presiden Prabowo:
- Sumadhurika Sashikala Premawardhane, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia;
- Christopher Baltazar Montero, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Filipina untuk Republik Indonesia;
- Yoon Soongu, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Korea untuk Republik Indonesia;
- Petr Kopřiva, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Ceko untuk Republik Indonesia;
- Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Duta Besar LBBP Designate Resident Negara Palestina untuk Republik Indonesia;
- Dimitrios Michalopoulos, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Yunani untuk Republik Indonesia;
- Salam Al Achkar, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Lebanon untuk Republik Indonesia; dan
- Menissa Rambally, Duta Besar LBBP Designate Non-Resident Saint Lucia untuk Republik Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































