Telepon Pangeran MBS, Presiden Iran Bahas Ancaman AS

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam langkah Amerika Serikat (AS) yang menurutnya bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan. Hal itu ia ungkapkan dalam perbincangan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melalui telepon pada beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika mengeksekusi warga yang melakukan protes skala besar di Tehran. Trump juga mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah teluk tersebut, untuk menekan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Menyoroti tekanan dan permusuhan baru-baru ini terhadap Iran termasuk tekanan ekonomi dan campur tangan eksternal, Presiden (Pezeshkian) menyatakan bahwa tindakan itu gagal melemahkan ketahanan rakyat Iran," tulis Kantor Kepresidenan Iran, melansir President.ir, Rabu (28/1).
Baca Juga: Zelensky Siap Bertemu Putin Bahas Isu Sensitif Menuju Damai
"Ia menekankan bahwa ketidakstabilan regional tidak menguntungkan siapa pun dan memperingatkan adanya operasi psikologis dan politik yang bertujuan mengganggu keamanan kawasan," sambungnya.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa MBS menyambut baik perbincangan keduanya dan menegaskan kembali komitmen Arab Saudi terhadap stabilitas, keamanan, dan pembangunan regional.
“Beliau menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara Islam dan menyatakan bahwa Riyadh menolak segala bentuk agresi atau eskalasi terhadap Iran,” katanya.
Melansir Saudi Press Agency, MBS mengatakan kepada Pezeshkian bahwa ia tidak akan mengizinkan wilayah udara negaranya digunakan sebagai basis untuk menyerang Iran.
Baca Juga: Indonesia Gabung Board of Peace Tanpa Iuran, Menlu: Bagian Diplomasi Aktif Presiden Prabowo
“Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,” tulis Saudi Press Agency.
“Yang Mulia Putra Mahkota juga menegaskan dukungan Kerajaan untuk setiap upaya yang bertujuan menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut,” tambahnya.
Pezeshkian pun menyampaikan terima kasih pada MBS telah menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Iran dan mengapresiasi inisiatif untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































