Stok Senjata Menipis, Kemampuan Tempur Ukraina Berpotensi Berkurang Mulai Akhir Maret

Jakarta, IDM - Ukraina terus mengalami kekurangan amunisi dan sistem pertahanan udara yang memberikan dampak buruk di medan tempur. Bahkan, kondisi itu akan memberi keuntungan signifikan bagi pasukan Rusia.
Dilansir dari ABC News, Jumat (23/2), pernyataan itu diungkapkan oleh otoritas pertahanan Amerika Serikat (AS) yang disembunyikan identitasnya. Menurutnya, jika kondisi kekurangan senjata terus berlanjut, maka Ukraina akan sangat kesulitan untuk mempertahankan diri mulai musim semi atau akhir Maret mendatang.
Baca Juga: Bertugas di Jepang, Tentara Angkatan Laut AS Didakwa Melakukan Spionase
“Permasalahannya dimulai sekarang dan terus memburuk secara progresif selama musim semi dan musim panas. Jadi, periode waktu yang kita masuki ini adalah periode waktu yang kritis,” katanya.
Kekhawatiran ini muncul ketika dukungan terhadap Ukraina di kongres AS semakin memudar. Aliran uang tunai dan senjata dari AS yang dulunya stabil dengan total jumlah $44 miliar, sebagian besar telah berkurang.
Rencana bantuan tambahan senilai $60 miliar yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden pun berada dalam ketidakpastian di DPR karena diperdebatkan oleh beberapa anggota Partai Republik.
Baca Juga: Iran Dikabarkan Kirim Ratusan Rudal ke Rusia
Akibatnya, Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional John Kirby sempat memperingatkan kongres bahwa keputusan yang lamban hanya akan mempercepat kemenangan Rusia.
“Hal ini terjadi karena kelambanan kongres. Dan kami telah memperingatkan kongres bahwa jika mereka tidak bertindak, Ukraina akan menderita kerugian di medan perang dan ini dia. Itulah yang terjadi akhir pekan ini," ujarnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































