Soal Penolakan Istilah Ambalat oleh Malaysia, Presiden Prabowo: Kita Cari Penyelesaian Damai

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyebut akan mencari penyelesaian damai soal pernyataan Malaysia yang menolak menggunakan istilah Blok Ambalat.
"Kita cari penyelesaian yang baik yang damai ada itikad baik dari dua pihak kita jangan biasalah ada mungkin," ungkap Prabowo yang dikutip, Jumat (8/8).
Baca Juga: Kemenko Polkam: Penguatan Peran Daerah Jadi Hal Utama Cegah Konflik Sosial
Prabowo menegaskan pemerintah Indonesia ingin adanya penyelesaian yang baik dari masing-masing negara. “Intinya kita mau punya penyelesaian baik," tegasnya.
Adapun Malaysia memutuskan menggunakan istilah ”Laut Sulawesi” lantaran dinilai lebih sesuai dengan posisi hukum dan kedaulatan negaranya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terbitkan Perpres 85/2025 untuk Penyelerasan Tugas Kemhan
Malaysia menyatakan hak kedaulatan atas wilayah maritim yang dikenal sebagai Blok ND-6 dan ND-7 di Laut Sulawesi. Hal itu sesuai dengan Peta Baru Malaysia 1979.
Maka, Malaysia tak lagi menggunakan istilah Blok Ambalat yang digunakan Pemerintah Indonesia. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































