Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan yang akan ditandatangani antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait kesepakatan damai dapat menekan ketegangan di kawasan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa berakhirnya perang di semua front, termasuk menghentikan serangan Israel di Lebanon, adalah "prasyarat" dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik bersenjata sekaligus mengakhiri blokade militer di Selat Hormuz dinilai menjadi momentum penting bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Pemerintahan Donald Trump telah menjatuhkan tenggat waktu bagi Kyiv dan Moskow untuk mencapai kesepakatan damai hingga bulan Juni.
Inggris dan Prancis telah menandatangani pernyataan bersama bahwa mereka bersedia untuk mengerahkan pasukan di Ukraina jika kesepakatan damai tercapai dengan Rusia.
Para pemimpin negara yang menjadi mediator dalam kesepakatan damai Gaza telah merilis pernyataan bersama yang berkomitmen untuk perdamaian abadi di kawasan tersebut.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan menggelar rapat kabinet untuk mensahkan kesepakatan yang dicapai dengan Hamas guna mengakhiri konflik di Gaza.
Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia untuk mewujudkan perdamaian dengan Ukraina. Namun, situasi konflik sangat rumit sehingga kesepakatan damai segera seperti yang diinginkan Amerika Serikat (AS) sulit dicapai.