Rusia Sebut Perdamaian dengan Ukraina Tidak Mudah Diwujudkan

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia untuk mewujudkan perdamaian dengan Ukraina. Namun, situasi konflik sangat rumit sehingga kesepakatan damai segera seperti yang diinginkan Amerika Serikat (AS) sulit dicapai.
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, menanggapi permintaan AS yang ingin perdamaian antara Rusia dan Ukraina segera terwujud. "Presiden (Putin) tetap terbuka terhadap metode politik dan diplomatik untuk menyelesaikan konflik ini," katanya melansir TASS, Rabu (30/4).
Baca Juga: AS Desak Korut Berhenti Kirim Pasukan untuk Bantu Rusia Melawan Ukraina
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tujuan Rusia harus tercapai dan preferensi Putin adalah mencapai tujuan itu secara damai. Ia menekankan, Putin telah menyatakan keinginannya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Ukraina, tetapi belum ada jawaban dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
"Sayangnya, kami belum mendengar pernyataan apa pun dalam konteks ini dari Kyiv. Jadi, kami tidak tahu apakah Kyiv siap atau tidak. Kami memahami bahwa Washington ingin mencapai keberhasilan cepat dalam proses ini," ujarnya.
Baca Juga: Korut Uji Coba Perdana Sistem Senjata Kapal Choe Hyon
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengutarakan ambisinya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Menurutnya, Putin ingin menghentikan perang di Ukraina. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































