Netanyahu akan Rapat Kabinet untuk Sahkan Kesepakatan Damai Gaza

Jakarta, IDM – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan menggelar rapat kabinet untuk mensahkan kesepakatan yang dicapai dengan Hamas guna mengakhiri konflik di Gaza.
"Hari yang luar biasa bagi Israel. Saya akan mengadakan pertemuan dengan pemerintah besok untuk menyetujui perjanjian tersebut, dan mengembalikan semua sandera yang kami sayangi ke rumah mereka," tulis kantor PM Israel Benjamin Netanyahu melalui platform X, Kamis (9/10).
Baca Juga: Pasukan UNIFIL Beri Pembelajaran Edukatif bagi Anak-anak Lebanon
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas, telah menandatangani tahap pertama kesepakatan damai di Gaza yang ia usulkan.
Lebih lanjut, Netanyahu berterima kasih kepada Trump atas kepemimpinannya dalam mendorong terwujudnya kesepakatan. Dengan disetujuinya tahap pertama proposal tersebut, kata Netanyahu, semua tawanan akan dibawa pulang ke Israel.
Baca Juga: Hamas-Israel Sepakati Tahap Pertama Rencana Damai di Gaza
Melansir NBC, pejabat senior AS yang mengetahui kesepakatan itu mengatakan bahwa setelah Kabinet Israel dan Knesset (Parlemen Israel) meratifikasi kesepakatan, "Israel harus mundur ke garis [yang ditentukan], yang seharusnya memakan waktu kurang dari 24 jam."
"Kemudian batas waktu 72 jam dimulai, dan Hamas akan mencoba untuk bergerak lebih awal jika memungkinkan. Perkiraan kami adalah para tawanan akan mulai dibebaskan pada hari Senin," jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































