POLKAM

Rapat di Hambalang, Presiden Prabowo Fokuskan Penanganan Bencana Sumatra dan Percepatan Pembangunan

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM - Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu, (14/12).

Pertemuan tersebut difokuskan pada percepatan penanganan bencana di wilayah Sumatra serta kesiapan pemerintah menghadapi liburan akhir tahun.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan rapat digelar setelah Presiden Prabowo melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana.

Baca Juga: Enam Hari Mobilitas Tinggi: Prabowo Atur Langkah Diplomasi dan Penanganan Krisis


“Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana, Presiden Prabowo memanggil beberapa Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Dalam pembahasan penanganan bencana, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya percepatan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak.

“Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatra harus dipercepat. Presiden ingin secepat mungkin segera selesai terbangun,” ujar Teddy.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Posko Pengungsian Takengon, Tegaskan Pemerintah Hadir bagi Warga

Selain pembangunan hunian, Presiden juga menaruh perhatian besar terhadap pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Prabowo meminta agar seluruh kebutuhan tersebut dapat dipastikan terpenuhi secara menyeluruh.
“Penambahan secara maksimal alat berat dan truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portabel, terutama di lokasi yang paling terdampak,” lanjut Teddy.

Rapat juga membahas kesiapan pemerintah dalam menghadapi liburan akhir tahun, termasuk stabilitas ketahanan pangan, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta perkembangan perekonomian nasional.

Baca Juga: TNI-Polri di Garis Terdepan, Presiden Prabowo Percepat Penanganan Bencana di Sumatra

Pemerintah turut menyiapkan berbagai insentif guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Pemberian insentif terhadap beberapa sektor untuk kelancaran liburan akhir tahun, terutama pengurangan harga secara signifikan untuk tarif jalan tol, tiket pesawat terbang, kereta api, kapal laut, serta fasilitas publik lainnya,” pungkas Seskab.

Langkah Presiden Prabowo yang tetap memimpin rapat strategis di hari libur ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan keselamatan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.