Program Cek Kesehatan Gratis, Menko Polkam Minta TNI-Polri Bantu Keamanan dan Distribusi Nakes

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan meminta TNI-Polri untuk mengawal langsung keamanan dan distribusi tenaga kesehatan (nakes) dalam program Cek Kesehatan Gratis.
Budi mengingatkan pentingnya keamanan dalam mendukung pergerakan tenaga kesehatan ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
“Saya minta aparat keamanan Polri dibantu TNI membantu kelancaran mobilisasi dan menjamin keamanan fasilitas kesehatan dan distribusi logistik agar pelayanan tidak terganggu. Ini adalah kerja besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor,” tegas Budi dalam keterangannya, Senin (4/8).
Baca Juga: Ribuan Siswa Lulus Taruna Akmil, Ada Anak Artis Hingga Tukang Bakso
Budi menegaskan program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas SDM berdaya saing global.
Program ini bersama dengan inisiatif lainnya seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah, dan penguatan Koperasi Merah Putih, menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
“Seluruh program ini diarahkan untuk membangun kualitas manusia Indonesia berdaya saing tinggi di tengah persaingan global,” ujarnya.
Baca Juga: KRI Bima Suci Singgah di Jakarta, Etape Kedua Pelayaran Kartika Jala Krida 2025
Menurut Budi, program Cek Kesehatan Gratis memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain menjadi upaya pencegahan dini terhadap stunting dan penyakit kronis, program ini juga mendorong terciptanya budaya hidup sehat di masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan layanan medis dasar secara cuma-cuma, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat sejak dini tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan. Ini bentuk nyata hadirnya negara hingga ke pelosok desa,” kata Budi.
Baca Juga: Audit Kinerja di Perbatasan, Itjen TNI Tinjau Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad
Untuk itu, ia meminta seluruh lembaga terkait, khususnya pengelola fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu, agar siaga dan memberikan pelayanan terbaik sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Kesiapan faskes di lapangan adalah kunci keberhasilan program ini. Jangan sampai ada warga yang tidak terlayani dengan baik,” tegasnya.
Hingga Juli 2025, tercatat lebih dari 15 juta warga telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis. Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2025, sebanyak 60 juta warga akan menjadi penerima manfaat program tersebut. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































