POLKAM

Profil Dudung Abdurachman yang Dilantik Presiden Prabowo jadi Menko Polkam

Dudung Abdurachman
Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurachman sebagai Menko Polkam. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Kamis (1/10).

Dudung dilantik menggantikan Menko Polkam sebelumnya, yakni Djamari Chaniago.

Setelah menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Pangdam Jaya/Jayakarta, Pangkostrad, hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung kini dipercaya menempati posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Perjalanan Dudung menuju posisi tersebut tidak berlangsung singkat.

Baca Juga: Komjen Suyudi Ario Seto, dari Reserse hingga Kandidat Kapolri

Lahir di Bandung pada 19 November 1965, Dudung merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan infanteri.

Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, ia menjalani penugasan di berbagai satuan dan secara bertahap menempati sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Kariernya kemudian semakin menonjol ketika dipercaya memimpin Kodam Jaya/Jayakarta pada 2020. Dari posisi tersebut, Dudung kemudian ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada Mei 2021.

Tidak lama berselang, Dudung mendapat kepercayaan menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Darat. Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai KSAD pada 17 November 2021, menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang kemudian menjabat Panglima TNI. Pelantikan tersebut sekaligus mengantarkan Dudung menyandang pangkat jenderal penuh.

Sebagai KSAD, Dudung memimpin TNI Angkatan Darat hingga memasuki masa purnatugas pada 2023. Rekam jejaknya sebelumnya juga mencakup posisi Gubernur Akmil, Pangdam Jaya, serta Pangkostrad.

Baca Juga: Kemenko Polkam: Penipuan Online Tak Bisa Lagi Ditangani Secara Parsial

Usai menyelesaikan masa dinas aktif di TNI, Dudung tidak sepenuhnya meninggalkan lingkar kebijakan pemerintahan. Ia dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

Posisi tersebut menjadi jembatan bagi Dudung untuk tetap terlibat dalam isu-isu strategis pertahanan dan keamanan nasional.

Pada 27 April 2026, Prabowo kemudian melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Muhammad Qodari yang berpindah menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Pengangkatan tersebut dituangkan melalui Keputusan Presiden Nomor 52/P Tahun 2026.

Dalam kapasitas sebagai KSP, Dudung berperan mengawal program prioritas pemerintah sekaligus menjadi salah satu penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Saat serah terima jabatan, ia juga menekankan pentingnya mekanisme penanganan pengaduan masyarakat agar dapat diteruskan kepada kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan teknis.

Dudung yang kini menjabat sebagai Menko Polkam, membawa pengalaman panjang dari sektor pertahanan ke ruang koordinasi politik dan keamanan.

Sebagai mantan KSAD dan Pangkostrad, Dudung memiliki pengalaman memimpin organisasi besar TNI AD serta menangani persoalan yang bersinggungan dengan keamanan nasional.

Baca Juga: 57 Perusahaan Disegel, Pemerintah Perketat Pengawasan Korporasi di Wilayah Rawan Karhutla

Pengalaman sebagai Pangdam Jaya juga memberinya pengalaman memimpin wilayah yang memiliki kompleksitas politik, sosial, ekonomi, dan keamanan yang tinggi.
Kini tantangannya berbeda.

Sebagai Menko Polkam, ruang kerjanya tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan militer. Posisi tersebut menuntut koordinasi antarlembaga dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan nasional, dinamika politik, penegakan hukum, stabilitas sosial, hingga ancaman nonmiliter.

Adapun Dudung mengawali pendidikan formalnya di Bandung. Ia bersekolah di SDN Patrakomala Bandung pada 1972–1979, kemudian melanjutkan ke SMP Kartika XIX-1 Bandung hingga 1982.

Pendidikan menengah ditempuh di SMAN 9 Bandung dan diselesaikan pada 1985. Tiga tahun kemudian, Dudung menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer dan dilantik sebagai perwira TNI AD dari kecabangan infanteri.
Sejumlah jabatan kemudian mengisi perjalanan kariernya, antara lain Komandan Rindam II/Sriwijaya, Wakil Gubernur Akmil, Gubernur Akmil, Pangdam Jaya/Jayakarta, Pangkostrad, hingga KSAD.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.