Presiden Prabowo Tegaskan Sikap Hormat pada Pihak yang Tak Sejalan

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, hingga para direktur utama BUMN.
Rapat Kerja Pemerintah digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyoroti adanya fenomena kelompok-kelompok yang dinilai tak bisa diajak kerja sama.
Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Istana untuk Pelajar, Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi Besar
“Memang saudara-saudara ada fenomena yang kita rasakan bersama bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga yang mempunyai satu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama,” ungkap Kepala Negara, di Istana Negara, Rabu (8/4).
Prabowo pun menghormati ihwal adanya sikap masyarakat yang tak sejalan dengan pemerintah.
“Kita hormati, kita tidak ada masalah, saya katakan kalau di suatu tempat di satu desa, rakyat desa ada kebutuhan bangun jembatan, desa bangun jembatan dan gotong royong, tapi ada sekelompok yang gak mau bangun jembatan,” ungkapnya.
“Yang mau bangun jembatan ayo, yang tidak mau ya tidak masalah silahkan,” tambahnya.
Prabowo juga menyoroti selama 1,5 tahun masa pemerintahannya. Menurutnya, kinerja kabinet menunjukkan hasil yang efektif dalam menjalankan tugas bernegara.
Baca Juga: Fahri Hamzah: Jangan Beri Ruang Tindakan Inkonstitusional di Tengah Situasi Global Tak Menentu
“Alhamdulillah, pemerintah yang saudara-saudara adalah bagian di dalamnya, yang saya pimpin selama 1,5 tahun ini, kita dapat mengendalikan arah perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Prabowo.
Kepala Negara menegaskan berbagai capaian pemerintah merupakan hasil nyata yang terukur dan dapat disusun secara sistematis. Menurutnya, hal ini menjadi indikator kuat bahwa roda pemerintahan berjalan efektif serta sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
“Selama 1,5 tahun ini kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, andal, dan mampu melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik. Hal ini ditandai oleh prestasi yang nyata dan terukur,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































