Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI, Istana Tegaskan Misi Besar Swasembada Pangan

Jakarta, IDM - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kedaulatan pangan menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi komoditas strategis, tetapi juga memperkuat hilirisasi agar hasil pertanian memiliki nilai tambah yang mampu menggerakkan ekonomi nasional.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas! Pemerintah Buka Suara soal Nasib WNI di Tengah Ancaman Perang AS-Iran
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengemukakan kehadiran Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
"Bapak Presiden ingin memastikan bahwa pembangunan sektor pangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga hilirisasi. Ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi kemandirian bangsa, sehingga seluruh komponen negara harus bergerak bersama mendukung agenda strategis ini," ujar Prasetyo.
Dalam implementasinya, program ketahanan pangan melibatkan seluruh matra TNI dengan pembagian peran sesuai kompetensi masing-masing.
TNI Angkatan Darat memfokuskan pendampingan pada budidaya padi dan jagung, TNI Angkatan Laut mengembangkan komoditas kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara mengoptimalkan pengembangan tebu sebagai bahan baku gula sekaligus bioenergi.
Data pemerintah menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD telah menjangkau sekitar 6,26 juta hektare lahan padi dengan estimasi produksi mencapai 19,2 juta ton beras, atau berkontribusi sekitar 55,24 persen terhadap target produksi beras nasional tahun 2026.
Baca Juga: Di Balik Polemik TNI Jaga Jampidsus, Istana Beberkan Filosofi Perpres Nomor 66 Tahun 2025
Sementara itu, TNI AL mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi mencapai 3.676 ton.
Di sisi lain, TNI AU mengawal pengembangan 236.048 hektare lahan tebu yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 18,386 juta ton tebu, setara 1,36 juta ton gula, atau sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun ini.
Menurut Prasetyo Hadi, keterlibatan TNI bukan sekadar membantu proses budidaya, tetapi menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya negara.
"Kolaborasi TNI bersama kementerian, pemerintah daerah, BUMN, akademisi, dunia usaha, dan para petani merupakan kekuatan utama untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Prasetyo.
“Pemerintah ingin memastikan setiap potensi yang dimiliki bangsa dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Baca Juga: Tanker Asing Cemari Laut RI, Kemenko Polkam Siapkan Langkah Tegas Selamatkan Kedaulatan Maritim
Salah satu contoh nyata pendekatan tersebut terlihat di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Kawasan ini dikembangkan sebagai ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tidak hanya memproduksi gula konsumsi, hasil tebu juga diolah menjadi bioetanol sebagai energi terbarukan, pupuk organik, hingga berbagai produk industri bernilai tambah.
Model pengembangan tersebut dinilai mampu memperkuat dua agenda strategis sekaligus, yakni ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.
Hilirisasi juga diyakini membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi produk.
"Arahan Presiden sangat jelas, pembangunan pangan harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Dengan penguatan produksi, hilirisasi, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa, pemerintah optimistis Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































