Presiden Prabowo Gunakan Maung di KTT ASEAN, Simbol Industri Pertahanan RI Mendunia

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, pada Kamis, (7/5).
Ketibaan Presiden di The Mactan Cebu International Airport Authority (MCIAA) General Aviation Terminal menjadi sorotan setelah Kepala Negara dijemput menggunakan kendaraan taktis ringan Maung, produk industri pertahanan nasional karya anak bangsa.
Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 13.45 waktu setempat dan disambut langsung oleh Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Oban.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terbang ke Filipina Hadiri KTT ASEAN, Perkuat Soliditas Kawasan
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan jajar kehormatan militer, pertunjukan tari tradisional Filipina, serta penyerahan buket bunga dari pihak tuan rumah.
Penggunaan Maung dalam agenda kenegaraan di luar negeri menjadi momen simbolis tersendiri. Kendaraan produksi industri pertahanan nasional tersebut untuk pertama kalinya digunakan dalam rangkaian kunjungan internasional Presiden RI.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Maung merupakan kendaraan taktis ringan yang telah terbukti tangguh dan digunakan dalam berbagai kebutuhan nasional.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Nasional Tangani Karhutla, Ego Sektoral Diminta Ditinggalkan
“Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini,” ujar Teddy.
Ia menjelaskan, pengembangan Maung dimulai sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan dan kini produksinya oleh PT Pindad telah mencapai 3.200 unit.
Kendaraan tersebut juga telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri.
“Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit,” kata Teddy.
Baca Juga: Presiden Prabowo Teken Perpres RAN PE 2026-2029, Perkuat Strategi Nasional Lawan Ekstremisme
Menurutnya, penggunaan Maung pada forum internasional bukan sekadar soal kendaraan operasional, melainkan simbol kemajuan industri nasional dan kepercayaan diri Indonesia di panggung global.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” tegas Teddy.
KTT ke-48 ASEAN sendiri berlangsung pada 7–8 Mei 2026 dan mempertemukan para pemimpin negara Asia Tenggara untuk membahas berbagai isu strategis kawasan, mulai dari stabilitas geopolitik hingga penguatan kerja sama ekonomi regional. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































