POLKAM

Perpres 111/2025: AUKUS Dibentuk untuk Imbangi Pengaruh dan Kehadiran Cina di Kawasan

SSN-AUKUS Submarine
SSN-AUKUS Submarine. (BAE Systems Dok. Wikimedia) (BAE Systems Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia menyatakan, pakta keamanan trilateral Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS) dibentuk mengimbangi pengaruh Cina di kawasan.

Hal itu dinyatakan melalui Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg). Perpres sebenarnya diteken Presiden Prabowo Subianto pada 24 Oktober 2025. Namun, baru muncul ke publik belakangan ini. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengonfirmasi Pepres tersebut, pada Senin (6/7).

Dalam Pepres tersebut, dipaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan umum pertahanan negara, salah satunya yang menyorot soal stabilitas kawasan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia-Singapura Kompak Amankan Selat Malaka

Dalam sub bab “analisis perkembangan lingkungan strategis”, terdapat sejumlah ancaman yang dapat memicu instabilitas kawasan, di antaranya permasalahan perbatasan antarnegara, pembangunan kekuatan militer negara-negara di kawasan, konflik Laut Cina Selatan (LCS), konflik di Semenanjung Korea, dan potensi konflik Selat Taiwan.

“Selain itu, ada juga pengaruh negara adidaya global yang turut serta terlibat dalam dinamika keamanan kawasan, di antaranya kerja sama keamanan antara Amerika Serikat dan Papua Nugini serta pakta keamanan trilateral Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS),” tulis Perpres tersebut.

Perpres menyatakan, manuver tersebut dilakukan di regional Asia Tenggara dan Asia Pasifik dalam rangka mengimbangi Cina yang meningkatkan pengaruh dan kehadiran di kawasan.

Di sisi lain, dinamika kawasan Pasifik juga dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan antara negara-negara di kawasan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dipuji PM Singapura, Kerja Sama TNI–SAF Makin Solid

Sebagai informasi, Australia akan mendapatkan tiga kapal selam berpropulsi nuklir lewat skema AUKUS. Australia semula bakal menerima tiga kapal selam bertenaga nuklir dari AS. Rinciannya, dua kapal selam bekas yang diperbarui (refurbished) dan satu kapal selam baru.

Dua kapal selam bekas yang bakal diterima Australia adalah Virginia-class Block IV. Kemudian, satu kapal selam Virginia-class tipe terbaru akan diterima Negeri Kanguru pada 2032.

Namun, kabar terbaru, kini skema pengadaan diubah. Australia akan menerima tiga kapal selam bekas Virginia-class.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.