Pemimpin NATO Pertimbangkan Bentuk Strategi Bantuan Jangka Panjang Bagi Ukraina

Jakarta, IDM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mempertimbangkan untuk membentuk struktur bantuan militer baru yang akan diterapkan dalam jangka panjang untuk Ukraina.
"Jadi kita perlu mengubah dinamika dukungan kita. Kita harus memastikan bantuan keamanan yang dapat diandalkan untuk Ukraina dalam jangka panjang. Lebih sedikit strategi jangka pendek dan lebih banyak janji multi-tahun," kata Stoltenberg melansir Nato.int, Kamis (4/4).
Baca Juga: Rusia Sita Bahan Peledak Selundupan dari Ukraina
Proposal Stoltenberg itu juga memungkinkan aliansi NATO untuk mengoordinasikan pasokan senjata, amunisi dan peralatan ke Ukraina dalam upaya melawan invasi Rusia.
Hingga saat ini, NATO berfokus pada bantuan yang tidak mematikan untuk Ukraina. Pasalnya, mereka khawatir bahwa peran yang lebih luas dari NATO dapat memicu peningkatan ketegangan dengan Rusia.
Baca Juga: Korut Berhasil Luncurkan Rudal Hipersonik Berbahan Bakar Padat Tipe Baru
Namun, Stoltenberg menyebut keputusan tentang diterapkannya rencana baru atau tidak, akan dibicarakan ketika KTT NATO pada bulan Juli mendatang. Sebab, suatu keputusan NATO memerlukan konsensus seluruh anggota yang berjumlah 32 negara tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































