Korut Berhasil Luncurkan Rudal Hipersonik Berbahan Bakar Padat Tipe Baru

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) mengklaim pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal hipersonik jarak menengah tipe baru berbahan bakar padat pada beberapa waktu lalu. Rudal tersebut kemudian diberi nama 'Hwasongpho-16 Na'.
Baca Juga: Israel Sebut Serangan yang Tewaskan 7 Staf Kemanusiaan Akibat ‘Kesalahan Identifikasi’
Dilansir dari KCNA, media pemerintah Korut, Rabu (3/4), uji coba itu diawasi oleh Presiden Kim Jong Un yang berjanji untuk terus mengembangkan kemampuan rudal untuk melawan 'musuh', yaitu Korea Selatan (Korsel) dan sekutunya Amerika Serikat (AS).
"Uji coba tersebut bertujuan untuk memastikan spesifikasi teknis yang dirancang dari rudal hipersonik jarak menengah tipe baru secara keseluruhan dan memverifikasi keandalan sistem senjata ini," tulis KCNA.
Baca Juga: Rusia Sita Bahan Peledak Selundupan dari Ukraina
Selain itu, Kim juga memerintahkan agar bahan bakar padat untuk berbagai jenis rudal terus dikembangkan. Sebab, rudal berbahan bakar ini membutuhkan waktu singkat untuk siap diluncurkan dan lebih mudah disimpan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































