POLKAM

Menko Polkam Soroti Penahanan WNI oleh Militer Israel, Negara Tempuh Jalur Diplomatik

Menko Polkam Djamari Chaniago.
Menko Polkam Djamari Chaniago. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM – Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap insiden penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan negara hadir dan terus mengupayakan keselamatan serta pembebasan para WNI melalui langkah diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melalui Karo Humas Datin Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana.

Pemerintah menilai insiden ini bukan sekadar persoalan penahanan individu, tetapi menyangkut perlindungan negara terhadap warga negara di kawasan konflik dan jalur kemanusiaan internasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo di DPR: Jangan Silau pada Bangsa Kaya yang Makmur dari Merampas Bangsa Lain

Djamari menyatakan pihaknya memberi perhatian penuh terhadap perkembangan situasi, sekaligus memastikan seluruh instrumen negara bekerja untuk menjamin keselamatan WNI yang terlibat dalam misi tersebut.

Pemerintah juga menegaskan pendekatan yang ditempuh tidak hanya berfokus pada pembebasan, tetapi juga menjaga keselamatan personel dan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Pemerintah akan menempuh seluruh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan,” ujar Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan arahan Menko Polkam.

Dalam perspektif pertahanan dan keamanan nasional, langkah ini menunjukkan perlindungan warga negara di wilayah konflik telah menjadi bagian dari diplomasi strategis negara.

Baca Juga: Sinergi Sipil-Militer di Timur Indonesia Diperkuat, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda

Kemenko Polkam memandang koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu diperkuat agar respons Indonesia berjalan cepat, terukur, dan memiliki daya tekan diplomatik.

Selain itu, Menko Polkam mendukung penuh langkah Menteri Luar Negeri RI bersama sejumlah negara sahabat yang mengecam pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla 2.0 dan penahanan personelnya.

Dukungan tersebut sekaligus menandakan bahwa Indonesia mengedepankan solidaritas internasional terhadap misi-misi kemanusiaan yang harus terlindungi dari tindakan koersif.

Kemenko Polkam juga mendorong penguatan komunikasi lintas instansi, termasuk memanfaatkan jalur negara-negara sahabat serta organisasi internasional untuk memperluas ruang diplomasi dan mempercepat upaya pembebasan WNI.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Deking dan Praktik Tersembunyi Tak Kebal di Era Digital


“Negara hadir dan terus bekerja keras untuk mengupayakan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI tersebut. Perlindungan warga negara tetap menjadi prioritas utama pemerintah,” tegas Honi.

Di tengah meningkatnya perhatian publik, pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan merujuk pada informasi resmi.

Stabilitas informasi dinilai penting agar proses diplomatik tidak terganggu oleh spekulasi maupun disinformasi.

Komitmen perlindungan itu juga tidak berhenti pada kasus penahanan WNI di kawasan Timur Tengah.

Kemenko Polkam menyatakan negara juga tengah mengupayakan penyelamatan dan pembebasan empat WNI yang disandera di perairan Somalia sejak akhir April silam. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.