Menko Polkam: Praja IPDN Harus Berani Membela Kepentingan Rakyat dan Menolak Korupsi

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menuturkan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus dipersiapkan menjadi birokrat yang berintegritas, disiplin, dan memiliki keberanian moral untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Hal itu diungkapkan Djamari saat memberikan pembekalan kepada ribuan praja IPDN di Jatinangor, Jawa Barat.
Dalam arahannya, ia menekankan aparatur sipil negara tidak boleh sekadar menjadi pelaksana administrasi, tetapi harus mampu menjaga prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Macron Perkuat Aliansi Pertahanan Indonesia-Prancis
Djamari menilai salah satu tantangan terbesar birokrasi adalah keberanian menyampaikan fakta dan kebenaran kepada pimpinan daerah maupun pejabat politik, terutama ketika kebijakan yang diambil berpotensi merugikan masyarakat.
Ia mengingatkan birokrasi merupakan institusi yang bersifat permanen dan harus tetap mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik jangka pendek.
Sehingga integritas dan keberanian menjadi modal utama bagi para calon pemimpin pemerintahan di masa depan.
Selain menyoroti reformasi birokrasi, Menko Polkam juga mengingatkan ancaman korupsi yang masih menjadi hambatan besar bagi pembangunan nasional.
Baca Juga: Menko Polkam Perkuat Regulasi Transaksi Digital Risiko Tinggi, Antisipasi Ledakan Kejahatan Siber
Djamari menegaskan setiap bentuk korupsi merupakan pengkhianatan terhadap negara karena menggerus kesejahteraan rakyat dan menghambat kemajuan bangsa.
Djamari juga menekankan pentingnya membangun karakter pelayan publik yang memiliki empati dan sensitivitas sosial.
Menurutnya, praja IPDN nantinya akan berada di garis depan pelayanan pemerintahan sehingga harus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. "Kalian hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Jangan pernah menyakiti hati rakyat," pungkas Menko Polkam.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































