Menko Polkam Libatkan TNI Amankan Kilang Balikpapan, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja ke PT Kilang Pertamina Balikpapan di Kota Balikpapan.
Kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran operasional kilang sekaligus memantau progres Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan Balikpapan (PSN RDMP) sebagai bagian vital dari ketahanan energi nasional.
Djamari menegaskan stabilitas energi menjadi perhatian serius pemerintah, terutama di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan distribusi energi global.
“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional PSN RDMP Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” ujar Djamari.
Baca Juga: Kemenko Polkam Konsolidasikan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Karhutla
Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kelancaran distribusi energi, khususnya menjelang Idul Fitri 1447 H ketika konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat signifikan.
Menko Polkam juga meminta unsur TNI–Polri memperkuat pengamanan objek vital nasional, termasuk jalur laut dan jaringan pipa minyak.
“Agar PSN RDMP Balikpapan ini benar-benar dijaga sebaik mungkin bersama-sama oleh semua pihak. Jalur laut harus tertib dan aman sehingga tidak ada gangguan terhadap distribusi energi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, memaparkan progres pembangunan PSN RDMP telah mencapai lebih dari 97 persen.
Baca Juga: Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Berpulang, Pemerintah: Putra Terbaik Bangsa Telah Pergi
Kilang Balikpapan saat ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel minyak per hari, menjadikannya salah satu tulang punggung pasokan energi nasional.
Menurut Bambang, operasional kilang relatif tidak terdampak langsung oleh konflik Timur Tengah karena sumber minyak mentah berasal dari dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara.
“Kilang Balikpapan tidak secara langsung terpengaruh terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah karena sumber crude kami bukan dari sana,” jelas Bambang.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Polkam serta mendorong penguatan koordinasi keamanan sebagai prasyarat utama keberlangsungan operasional kilang.
Baca Juga: Kemenko Polkam-Kemhan Sinkronkan Tata Ruang Pertahanan, Cegah Konflik Lahan di Daerah
Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan cadangan energi nasional permanen. Saat ini, ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 20 hari dan masih bersifat cadangan operasional.
“Kita belum memiliki cadangan energi nasional yang permanen. Diperlukan sinergi lintas sektor agar ketahanan energi Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” ungkap Rudy.
Usai meninjau kilang, Menko Polkam melanjutkan kunjungan ke Markas Kodam VI/Mulawarman untuk memperkuat sinergi Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Timur.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global, sekaligus menjamin pasokan energi masyarakat tetap aman menjelang momentum hari besar keagamaan. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































