Menko Polkam: Jangan Tunggu Api Membesar, Pencegahan Karhutla adalah Bentuk Bela Negara

Jakarta, IDM – Pemerintah menyatakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan jadi bagian dari upaya menjaga kehormatan negara dan melindungi kepentingan nasional.
Menghadapi potensi El Nino yang diprediksi menguat pada semester kedua 2026, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat budaya kesiapsiagaan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan karhutla punya dampak strategis yang luas terhadap kehidupan bangsa, mulai dari kesehatan masyarakat, ekonomi nasional, lingkungan hidup, hingga reputasi Indonesia di tingkat internasional.
Baca Juga: Pemerintah Pacu Modernisasi Pertahanan untuk Perkuat Posisi Indonesia di Asia
"Jangan lengah, jangan lelah, jangan bosan, dan jangan lesu. Ini persoalan bangsa yang berpengaruh luas pada kehidupan bangsa di segala bidang hingga kehormatan negara," tegas Djamari.
Ia menjelaskan pemerintah saat ini mengedepankan strategi pencegahan melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu, kesiapan operasi udara, serta peningkatan koordinasi antarlembaga.
Di sisi lain, BMKG memprediksi intensitas El Nino akan terus meningkat mulai Juli hingga September 2026 dan mencapai puncaknya pada Oktober.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah titik panas serta memperbesar risiko kebakaran di sejumlah wilayah prioritas.
Baca Juga: Damai AS-Iran Momentum Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Maka, pemerintah mendorong seluruh daerah rawan untuk mengoptimalkan posko siaga, memperkuat ketersediaan sumber air, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan lahan.
"Kesiapsiagaan harus menjadi budaya kerja permanen, bukan sekadar respons ketika bencana terjadi," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Pemerintah pun berharap Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus menghindari terulangnya bencana asap besar yang pernah mengganggu aktivitas masyarakat dan hubungan regional di kawasan Asia Tenggara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































