Kemenko Polkam-Unhan Rumuskan Rekomendasi Kebijakan untuk Perkuat Stabilitas Nasional

Jakarta, IDM - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan strategis.
Hal itu guna memperkuat stabilitas serta daya tangkal nasional di tengah meningkatnya potensi kontinjensi konflik global dan regional.
Perumusan tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rekomendasi Kebijakan di Jakarta, Rabu (5/11).
Baca Juga: DPR: Kehadiran Airbus A400M Perkuat Pertahanan dan Misi Kemanusiaan Indonesia
Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional Kemenko Polkam, Marsma TNI Bayu Hendra Permana, menyebut kegiatan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian kerja sama antara Kemenko Polkam dan Unhan yang sebelumnya telah melaksanakan tiga kali kajian publik.
“Forum ini menjadi wadah integratif untuk merangkum seluruh hasil kajian menjadi rekomendasi kebijakan final yang akan disampaikan kepada kementerian/lembaga terkait,” ujar Bayu.
Bayu menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Dorong OKI Atasi Konflik Kemanusiaan di Sudan
Rivalitas antarnegara besar di kawasan Indo-Pasifik, menurutnya, berdampak pada berbagai aspek kehidupan bangsa, mulai dari politik dan keamanan hingga ekonomi dan sosial.
Dalam sesi diskusi, para narasumber dari Unhan, Kementerian Pertahanan, dan Dewan Pertahanan Nasional memaparkan strategi memperkuat daya tangkal bangsa. Laksda TNI Ivan Yulivan menekankan perlunya pembaruan doktrin pertahanan agar selaras dengan karakter ancaman modern, termasuk perang siber dan disinformasi.
Sementara Brigjen TNI Nur Wahyu Widodo menyoroti arah kebijakan umum pertahanan 2025–2029 yang menekankan kemandirian bangsa dan pembangunan industri pertahanan.
Baca Juga: Kemenko Polkam Bahas Strategi Penanganan Permasalahan Batas Maritim Indonesia
Adapun Marsma TNI Agung Karyanto menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan negara.
Forum ditutup dengan penegasan bahwa ketahanan nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi antarinstansi, dukungan masyarakat, dan kemandirian bangsa menjadi fondasi utama agar Indonesia tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































