Kemenko Polkam Tegaskan IDI jadi Instrumen Strategis dalam Pembangunan Politik Nasional

Jakarta, IDM – Asisten Deputi Demokrasi dan Kepemiluan Kemenko Polkam, Brigjen TNI Haryadi, menegaskan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) memiliki peran strategis sebagai instrumen utama dalam perencanaan pembangunan politik, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Indeks Demokrasi Indonesia bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kualitas kehidupan politik dan partisipasi masyarakat di seluruh provinsi,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Optimalisasi Pengukuran IDI Tingkat Provinsi Tahun 2025.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Nasional, Kemenko Polkam Pantau Industri Pertahanan di PT Pindad
Haryadi menekankan pentingnya komitmen seluruh unsur pemerintah daerah untuk terus menjaga dan meningkatkan capaian IDI setiap tahun.
Ia juga menambahkan peningkatan capaian tersebut perlu dibarengi dengan penguatan tata kelola dan partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Prabowo Minta Laporan Langsung Menhan Sjafrie hingga Panglima TNI Soal Tambang Ilegal
“Optimalisasi pengukuran IDI memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil,” tuturnya.
Data menunjukkan, capaian IDI nasional tahun 2024 mencapai 79,81, naik dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2025, pengukuran akan mencakup 38 provinsi, termasuk empat Daerah Otonomi Baru di Papua. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































