Kemenko Polkam Soroti Dampak Geopolitik Global terhadap Industri Pertahanan

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) kembali menegaskan komitmennya memperkuat industri pertahanan nasional melalui kunjungan kerja ke PT PINDAD Divisi Munisi di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut program Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kekuatan Kemampuan dan Kerja Sama Pertahanan dalam mengawal konsolidasi industri pertahanan dalam negeri.
Rombongan dipimpin Kepala Bidang Kekuatan Kemampuan Pertahanan, Kolonel Laut (P) Bayu Siwi Wardhono, dan dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kantor Staf Presiden, serta jajaran Mabes TNI dan masing-masing matra.
Baca Juga: Menko Polkam Tekankan Penguatan Kompolnas dalam Proses Reformasi Polri
Dalam sambutannya, Bayu Siwi menegaskan kemandirian alat peralatan pertahanan dan keamanan menjadi fondasi penting bagi pencapaian postur pertahanan negara.
“Ini merupakan komitmen Kemenko Polkam untuk mendukung penguatan industri pertahanan dalam rangka mewujudkan kemandirian alpalhankam bagi TNI, Polri, dan instansi pengguna lainnya, guna mendukung pencapaian Postur Pertahanan Negara dengan konsep Optimum Essential Force,” ujarnya.
PT PINDAD saat ini memegang tiga penugasan strategis dari Presiden, yaitu pengembangan Propelan Merah Putih, produksi brass cup, dan pengembangan mobil nasional.
Baca Juga: Menko Polkam Pimpin Konsolidasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penanganan Bencana Sumatra
Namun perusahaan masih menghadapi tantangan serius, terutama ketergantungan impor bahan baku propelan, brass cup, dan bullet cup, yang semakin tertekan oleh lonjakan harga global akibat konflik di Ukraina dan Timur Tengah.
Menjawab tantangan tersebut, Kemenko Polkam merekomendasikan langkah strategis, termasuk mendorong industri baja nasional memproduksi alloy steel untuk kebutuhan mobil nasional dan mempercepat pembangunan pabrik propelan guna menguatkan kapasitas produksi munisi.
Kemenko Polkam juga menegaskan komitmennya mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem industri pertahanan semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































