POLKAM

Menko Polkam Pimpin Konsolidasi Lintas Sektor untuk Percepatan Penanganan Bencana Sumatra

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memimpin rapat koordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN untuk percepatan penanggulangan bencana di Sumatra. (Foto: Dok. Humas Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen penuh dalam penanganan bencana besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago memastikan seluruh sumber daya negara telah bergerak lebih cepat dari yang dipersepsikan sebagian publik.

Hal itu diungkapkan Djamari saat memimpin rapat koordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN.

Rapat tersebut bertujuan mengonsolidasikan langkah-langkah strategis agar proses tanggap darurat, distribusi bantuan, hingga stabilisasi keamanan berjalan dalam satu komando yang solid.

Baca Juga: Presiden Prabowo Intensifkan Pengawasan Penanganan Banjir dan Alur Bantuan di Aceh

Saat rapat, Menko Polkam menyebut negara tidak boleh kehilangan momentum dalam fase kritis.

“Dalam situasi darurat seperti ini, yang dibutuhkan adalah kecepatan, ketepatan, dan soliditas yang terkolaborasi. TNI, Polri, dan BIN bergerak dalam satu napas untuk memastikan keselamatan rakyat,” ujarnya.

TNI mengerahkan 30.864 personel dari AD, AL, dan AU, dilengkapi dengan 18 pesawat angkut, 36 helikopter, dan 16 kapal laut. Armada tersebut digunakan untuk evakuasi korban, distribusi logistik, pencarian wilayah terisolasi, hingga operasi airdrop ke titik-titik yang tak dapat diakses.

Khusus Angkatan Darat, lebih dari 21.700 personel terjun dalam pembukaan jalan, pembangunan shelter darurat, pendirian dapur umum, hingga layanan kesehatan bergerak.

Baca Juga: Presiden Prabowo Salurkan Rp4 Miliar per Daerah untuk Bantu Korban Bencana di Sumatra

Airdrop logistik mencapai 1.559 ton, memprioritaskan wilayah dengan kerusakan infrastruktur berat.

Kemudian, Polri menurunkan 497 personel di tiga provinsi terdampak, ditambah 219 personel bantuan dari unsur Brimob, K-9, tim medis, dan DVI.

Mereka bertugas mengevakuasi korban, menjaga keamanan pusat distribusi, serta memastikan jalur logistik aman dari gangguan sosial.

Untuk mendukung kebutuhan dasar, Polri mengoperasikan dua pesawat angkut yang membawa 3,8 ton bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, genset, hingga WiFi portabel untuk menjaga konektivitas komunikasi di tengah lumpuhnya jaringan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Siaga Penuh Tangani Bencana Banjir Sumatra

Sementara BIN menjalankan operasi intelijen dengan pendekatan multidimensi. Mereka melakukan pengawalan distribusi bantuan, pemetaan potensi bencana susulan, monitoring kelompok yang berpotensi memanfaatkan situasi, hingga rekomendasi berbasis data untuk pemerintah pusat.

Djamari pun menekankan pentingnya ketenangan publik di tengah maraknya narasi negatif di media sosial.

“Solidaritas nasional sangat penting. Jangan terpengaruh kabar tidak terverifikasi,” tegas Menko Polkam. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.