POLKAM

Kemenko Polkam Bakal Tindak Lanjut Aktivitas Kapal Cina di Laut Natuna Utara

Kemenko Polkam
Kemenko Polkam bakal tindak lanjut adanya aktivitas Kapal China di Laut Natuna Utara. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta, IDM - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa menyelenggarakan rapat koordinasi tindak lanjut Laporan Aktivitas Kapal Cina di Wilayah Yurisdiksi Indonesia Tahun 2025.

Rapat dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Purwito Hadi Wardhono, serta dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Rapat ini dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas kapal asing di Laut Natuna Utara (LNU) yang berpotensi memengaruhi kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia.

Baca Juga: Di WEF 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Perdamaian sebagai Arah Masa Depan Indonesia

Forum koordinasi tersebut bertujuan untuk memperkuat sinkronisasi kebijakan antarinstansi, integrasi data pengawasan, serta peningkatan koordinasi langkah operasional di lapangan.

Dalam arahannya, Purwito menekankan pentingnya kehadiran negara yang konsisten dan berbasis data terverifikasi dalam pengamanan wilayah perairan strategis nasional.

“Pengamanan wilayah laut harus dilakukan secara tegas, terukur, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan stabilitas kawasan,” ujar Purwito.

Rapat juga membahas hasil pemantauan yang menunjukkan pola kehadiran kapal Cina yang aktif dan sistematis sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Kesiapan Pertahanan Nasional Pascalawatan Luar Negeri

Sejumlah tantangan operasional turut mengemuka, khususnya terkait keterbatasan logistik dan dukungan pangkalan depan di wilayah Natuna.

Sebagai tindak lanjut, disepakati penguatan peran Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI Angkatan Laut, peningkatan sistem pengawasan maritim, serta pembangunan dan penguatan dukungan logistik di Natuna dan Batam.

Purwito pun menegaskan komitmen Kemenko Polkam untuk terus memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di Laut Natuna Utara. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.